Sukses

Tambah Luther dan Helen, Populasi Badak Jawa di TN Ujung Kulon Jadi 74 Ekor

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK, Wiratno, menyatakan kebahagiaannya atas lahirnya dua ekor Badak Jawa di Taman Nasional (TN) Ujung Kulon.

"Bertepatan dengan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2020, dua ekor Badak Jawa lahir, jantan satu bernama Luther dan betina satu bernama Helen," tulis Wiratno dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Minggu (20/9/2020).

Dengan lahirnya dua ekor ini, lanjut dia, hingga Agustus tahun 2020, jumlah kumulatif Badak Jawa menurut data terakhir KLHK, mencapai 74 ekor, dengan rincian 40 ekor pejantan dan 34 ekor betina.

"Komposisi umur terdiri dari 15 ekor anak dan 59 ekor merupakan pada klaster usia remaja-dewasa," jelas dia.

Menurut Wiratno, kondisi habitat Badak Jawa di TN Ujung Kulon terbukti baik, hal ini ditandai dengan kelahiran empat Badak Jawa di tahun 2019 di TN Ujung Kulon.

"Kelahiran Badak Jawa di TN Ujung Kulon tersebut juga mempertegas bahwa populasi Badak Jawa terus mengalami perkembangbiakan alami dengan baik, sehingga terus memberi harapan besar bagi kelangsungan hidup satwa langka spesies Badak Jawa," harap Wiratno .

Wiratno memastikan, makanan untuk total keseluruhan Badak Jawa dimiliki TN Ujung Kulon, masih relatif sangat baik. Sehingga hal itu menjadi daya dukung kehidupan dan perilaku Badak Jawa pada saat ini dan masa yang akan datang.

 

2 dari 3 halaman

Gunakan Kamera Jebak

"Dari satu kelahiran ke kelahiran selanjutnya dari Badak Jawa ini terus menyambung, dan ini memperkuat optimisme serta semangat kita, terutama dalam situasi sangat sulit masa pandemi sekarang ini. Ini salah satu pesan substansial dari Menteri LHK," dia menandasi.

Sebagai informasi, kelahiran dua badak ini diketahui dari hasil monitoring tim Balai TN Ujung Kulon sejak bulan Maret hingga Agustus tahun 2020 dengan menggunakan 93 video kamera jebak.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: