Sukses

4 Anak Laki-Laki Korban Pencabulan di Tangerang Alami Trauma Berat

Liputan6.com, Tangerang - Empat anak laki-laki yang menjadi korban pencabulan S, pria 40 tahun, mengalami trauma parah. Kini, mereka pun dalam pengawasan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Tangerang.

Sekretaris P2TP2A Nadli Rotun, mengatakan para korban pencabulan yang masih di bawah umur itu, selalu ketakutan apabila bertemu dengan orang-orang asing.

"Korban mengalami trauma, jadi kalau bertemu dengan orang, dia langsung lari ketakutan," kata Nadli, Senin (6/7/2020).

Menurutnya, P2TP2A Kabuaten Tangerang sudah melakukan pendampingan kepada korban. Rencananya, P2TP2A akan melakukan trauma healing kepada para korban pada 9 Juli 2020 mendatang. Melalui tindakan tersebut, diharapkan trauma yang dialami para korban dapat hilang.

Dan tindakan tersebut, minimal dilakukan sebanyak delapan kali. Kalau tidak, dikhawatirkan akan membawa trauma jangka panjang di masa depannya kelak.

"Minimal sebanyak delapan kali karena kalau tidak, nanti 10 atau 15 tahun kemudian akan menjadi predator," ungkap Nadli.

Nadli juga mengatakan, pihaknya menerima laporan bahwa korban predator S cukup banyak. Namun, sebagian orangtua memilih untuk tidak melaporkan kasusnya.

"Memang infonya (korban) banyak, tetapi terkadang para orangtua menyembunyikan. Sebaiknya jujur saja justru ketika diketahui, kita bisa segera melakukan pengobatan kepada korban," katanya.

2 dari 3 halaman

Modus Diajak Bermain Game

Sementara, Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Muharam Wibisono menjelaskan, S ditangkap Kamis (2/7/2020), setelah salah satu orangtua korban bersama pengurus RT/RW di tempat kejadian perkara, mendatangi kediaman tersangka. Warga kemudian menggiring S ke Mapolsek Pagedangan untuk dilimpahkan ke Polres Tangerang Selatan.

"Tersangka S diamankan keluarga korban dibawa ke Polsek Pagedangan lalu dilimpahkan ke Polres. Pelaku sudah diamankan Kamis (2/7/2020)," kata Muharam.

Muharam menuturkan, sebelum melakukan aksi bejatnya, S mengajak korban bermain game di kos-kosannya. Tersangka mengaku sudah melakukan aksi pencabulan terhadap empat anak. Namun, Polisi masih melakukan pengembangan terhadap keterangan tersebut .

"Sementara pengakuan dari pelaku terhadap 4 korban yang merupakan anak laki-laki di bawah umur," terang Muharam.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: