Sukses

6 Jurus Jokowi Tangkal Penyebaran Virus Corona, Perbanyak Uji Spesimen hingga Temukan Vaksin

Liputan6.com, Jakarta Berbagai upaya terus dilakukan Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19 di Indonesia. Mengingat jumlah pasien yang terpapar virus asal Wuhan, China ini kian hari terus meningkat.

Salah satunya dengan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah, menyediakan ketersediaan pangan, larangan mudik, meminta masyarakat displin patuhi protokol kesehatan, menggelar rapid test massal, dan banyak lagi.

Melihat semua upaya pemerintah untuk menekan penambahan kasus positif di Tanah Air, hasilnya kini ada empat provinsi yang akan mulai memasuki pola kehidupan baru atau new normal.

DKI Jakarta, Sumatera Barat, Jawa Barat, dan Gorontalo memiliki indeks penularan virus corona (R0) di bawah satu. Ini menjadi salah satu kriteria sebuah wilayah bisa diterapkan new normal.

Jokowi juga mengungkapkan, nantinya new normal juga akan diterapkan di provinsi lainnya.

"Nanti juga akan kita mulai untuk tatanan baru ini kita coba di beberapa provinsi kabupaten dan kota yang memiliki R0 di bawah satu," ujar Jokowi saat memimpin rapat terbatas melalui video conference, Rabu, 27 Mei 2020.

Kini upaya lainnya yang tengah dilakukan pemerintah adalah menemukan vaksin Corona. Berikut cara Jokowi untuk menghentikan penyebaran wabah Covid-19 di Indonesia:

2 dari 8 halaman

Minta Peneliti Temukan Vaksin Corona

Presiden Jokowi ingin agar Indonesia dapat memproduksi vaksin sendiri untuk menangkal virus corona (Covid-19). Vaksin tersebut nantinya akan digunakan di Indonesia terlebih dahulu.

"Terkait vaksin indonesia harus mandiri. Target indonesia bisa memproduksi akhir tahun ini," kata Menko PMK Muhadjir Effendy dalam video conference usai rapat terbatas, Kamis, 4 Juni 2020.

Menurut dia, Jokowi menyampaikan bahwa saat ini 147 negara tengah berusaha menemukan vaksin virus corona. Namun, vaksin itu akan diprioritaskan untuk kebutuhan masing-masing negara.

Untuk itu, Jokowi meminta agar peneliti Indonesia juga menemukan vaksin untuk menangkal virus corona. Hal ini mengingat jumlah penduduk Indonesia yang banyak sehingga tidak mungkin pemerintah mengandalkan impor.

"Kita punya 270 juta warga sehingga mau tidak mau, tidak mungkin mengandalkan impor. Jadi harus siap siap riset vaksin untuk Indonesia sendiri," jelasnya.

3 dari 8 halaman

Lacak Warga Terpapar Seperti Korsel dan Selandia Baru

Jokowi juga meminta agar pelacakan warga yang terpapar virus Corona atau Covid-19 dilakukan lebih agresif. Dia ingin agar proses pelacakan atau contact tracing ini dibantu sistem teknologi telekomunikasi.

"Saya minta untuk pelacakan segara agresif dilakukan lebih agresif lagi menggunakan sistem teknologi telekomunikasi bukan dengan cara-cara konvensional," ujar Jokowi saat memimpin rapat terbatas melalui video conference, Kamis, 4 Juni kemarin.

Jokowi pun mencontohkan sejumlah negara seperti Selandia Baru dan Korea Selatan yang memanfaatkan teknologi telekomunikasi untuk melacak kasus Corona. Dia menyebut di Selandia Baru, pelacakan dilakukan dengan menggunalan digital diary.

"Kita lihat di negara-negara lain. Misal, di Selandia Baru mereka gunakan digital diary. Kemudian Korea Selatan juga mengembangkan mobile GPS untuk data-data. Sehingga pelacakan lebih termonitor dengan baik," jelas dia.

4 dari 8 halaman

Data Terkait Penanganan Covid-19 Diperbaiki

Jokowi juga meminta manajemen satu data terkait penanganan Covid-19 diperbaiki. Menurut dia, apabila sudah ada pemusatan data maka kasus virus Corona dapat dilaporkan secara real time dari laboratorium, Gugus Tugas yang ada di daerah-daerah.

"Sehingga dalam pengambilan keputusan, kebijakan, bisa tepat dan akurat. Untuk itu sekali lagi, saya minta pintunya betul-betul hanya satu," tutur Jokowi.

5 dari 8 halaman

Naikkan Target Uji Spesimen Corona

Dia pun meminta agar target uji spesimen terkait Corona 20 ribu per hari.

"Pengujian spesimen saya sampaikan terima kasih dulu, target pengujian spesimen dulu 10 ribu sudah terlampaui. Target ke depannya sudah mulai 20 ribu per hari harus sudah kita rancang ke sana," ujar Jokowi saat memimpin rapat terbatas melalui video conference, Kamis kemarin.

Jokowi juga meminta agar pelacakan terhadap masyarakat terpapar Corona dilakukan lebih agresif untuk menekan penyebaran virus. Dia ingin proses pelacakan tersebut tak lagi dengan cara konvensional, melainkan menggunakan bantuan sistem teknologi komunikasi.

Jokowi mencontohkan negara-negara lain yang sudah menggunakan sistem teknologi komunikasi untuk proses pelacakan. Dengan menggunakan sistem tersebut, dia menilai pelacakan akan termonitor dengan baik.

6 dari 8 halaman

Minta Gugus Tugas Pantau Corona di Jatim, Sulsel, dan Kalsel

Selain itu, Jokowi meminta jajarannya untuk konsentrasi menangani penyebaran virus corona (Covid-19) di tiga provinsi. Adapun tiga provinsi itu adalah Jawa Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), dan Kalimantan Selatan (Kalsel).

"Saya ingin kita konsentrasi, Gugus Tugas maupun kementerian, TNI dan Polri utamanya, konsentrasi di tiga provinsi yang angka penyebarannya masih tinggi. Yaitu di Jawa Timur, di Sulawesi Selatan, dan di Kalimantan Selatan," kata Jokowi saat memimpin rapat terbatas melalui video conference, " Kamis, 4 Juni 2020.

Menurut dia, tiga provinsi tersebut saat ini diberikan perhatian khusus. Dengan begitu, maka angka penyebaran virus corona di Jatim, Kalsel, dan Sulsel dapat ditekan.

"Tolong ini dijadikan perhatian khusus. Sehingga angka penyebarannya bisa kita tekan lebih turun lagi," ucapnya.

Berdasarkan data pemerintah, penambahan tertinggi terjadi di Jawa Timur yakni, 183 kasus. Total pasien corona di Jawa Timur hingga kini menjadi 5.318.

Sementara itu, pasien positif corona di Sulawesi Selatan bertambah 38 menjadi 1.688 orang. Untuk di Kalimantan Selatan, pasien positif bertambah 64 orang sehingga totalnya menjadi 1.033.

7 dari 8 halaman

Tes PCR Diperbanyak

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta agar tes untuk mendeteksi virus Corona dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) diperbanyak.

Dia tak mau ada penumpukan pemeriksaan sampel khususnya di daerah episentrum penyebaran virus Corona.

Menurutnya hingga kini tes PCR di Indonesia sudah mencapai 26.500 spesimen. Namun, Jokowi meminta agar ke depannya tes PCR corona dapat dilakukan terhadap 10.000 spesimen setiap harinya.

"Tes PCR sampai hari ini juga sudah menjangkau 26.500 tes, ini juga lompatan yang baik, tapi saya ingin setiap hari paling tidak kita bisa mengetes lebih dari 10 ribu (spesimen)," tutur Jokowi dalam rapat terbatas melalui video conference, Senin 13 April 2020.

8 dari 8 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: