Sukses

Satpol PP DKI Akan Razia Besar-besaran Kerumunan Langgar PSBB

Liputan6.com, Jakarta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta akan razia  besar-besaran malam pada sektor yang tidak dikecualikan beroperasi selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Ketua Satpol PP, Arifin mengatakan kegiatan ini akan dilakukan rutin selama PSBB ketiga.

Arifin menjelaskan langkah ini sebagai bentuk tindak tegas Pemprov bagi warga yang tak patuh PSBB. Terlebih, diharapkan PSBB ketiga ini tidak diperpanjang, selama warga patuh untuk tidak beraktivitas di luar rumah.

"Saya sampaikan ke teman-teman, nanti malam seluruh Satpol PP dengan kekuatan besar akan penindakan dan pendisiplinan di tempat keramaian, pasar-pasar malam, yang merupakan sektor yang tidak dikecualikan," ujar Arifin, Jumat (22/5).

Kegiatan akan dilakukan pukul 19.00 WIB. Arifin menegaskan, langkah tegas seperti ini bukan sebagai bentuk pemasukan Pemprov di tengah pendapatan yang lesu akibat pandemi Covid-19.

Dia mengatakan, segala tindakan Satpol PP memiliki dasar hukum berupa Pergub Nomor 41 Tahun 2020 tentang sanksi bagi pelanggar PSBB.

2 dari 2 halaman

Tidak Mengejar Denda

"Kita bukan mengejar uang denda, jadi jangan dimaksudkan satpol PP ngejar-ngejar uang denda. Itu bagian dari sarana bentuk penindakan yang ada di dalam Pergub 41 mengenai pemberian sanksi mulai dari teguran, kerja sosial, segel maupun denda administrasi," katanya.

Sejauh ini, pihaknya telah menjatuhkan sanksi ke beberapa sektor yang tidak dikecualikan PSBB, dengan rincian teguran kepada perorangan maupun tempat usaha sebanyak 8.511, penyegelan tempat usaha 452, kerja sosial sebanyak 1.718 orang, yang dikenakan sanksi denda sebanyak 362 baik perorangan maupun tempat usaha.

"Total denda sudah hampir mencapai Rp 350 juta," ujarnya.

Reporter: Yunita Amalia

Merdeka.com