Sukses

Mengenang Non Rawung, Bankir yang Banting Setir Jadi Pengabdi Masyarakat

Liputan6.com, Jakarta - Non Rawung berpulang pada Kamis 16 April 2020. Ketua Yayasan Karya Alpha Omega itu paripurna di usia 72 tahun. Selama hidupnya, mantan bankir tersebut dikenal sebagai sosok yang aktif dan peduli dengan sesama. 

"Bu Non itu meskipun usia sudah banyak tapi selalu tampil seperti tidak seusianya, artinya energik. Sangat concern pada penderitaan orang lain, sering diskusi bagaimana bisa bantu mereka," kata Ketua Pelaksana Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih (YPP) SCTV-Indosiar, Abbas Yahya kepada Liputan6.com, Kamis (16/4/2020).

Abbas Yahya masih ingat benar perjalannya bersama Non Rawung ke Palu untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan di lokasi bencana.

Kala itu, warga Palu dan sekitarnya sedang berupaya pulih pascagempa magnitudo 7,4 yang memicu tsunami pada 28 September 2018.

Abbas berkisah, Non Rawung terlihat bersemangat meski saat itu usianya sudah menginjak 70 tahun. Perempuan yang lahir di Gorontalo pada 16 Mei 1948 itu selalu menampilkan wajah ceria, terus memberikan semangat pada para pengungsi, termasuk anak-anak. 

Non Rawung makan bersama para pengungsi, mendengarkan keluh kesah mereka. Abbas menambahkan, ibu dua anak itu selalu hadir dan terjun langsung ketika berkegiatan sosial. Ia tak hanya duduk manis.

"Dia bukan orang yang hanya duduk manis. Dia selalu ada dan hadir. Misalnya saat pengobatan massal, dia ikut kasih obat, ingatkan masyarakat yang hadir, mengobrol," papar dia.

Non Rawung, dalam kenangan Abbas, merupakan orang yang senang berdiskusi dan bisa menerima pendapat orang lain, terutama mengenai kegiatan sosial di masyarakat.

Lewat Yayasan Karya Alpha Omega yang dipimpin Non Rawung, ribuan orang telah terbantu untuk mendapatkan akses serta biaya operasi katarak, hernia, dan bibir sumbing.

Yayasan Karya Alpha Omega juga memiliki tim siaga bencana yang diterjunkan ke Lombok juga Palu.

"Ke Palu kami berangkat pada tanggal 2 Oktober. Kami membawa alat-alat, khususnya untuk operasi, yang kami bawa ke rumah sakit. Pada waktu itu, karena keadaan gempa, terdapat ratusan pasien datang," kata Non Rawung pada 2018 lalu.

2 dari 2 halaman

Dari Bankir Jadi Pengabdi Masyarakat

 

Menjadi pengabdi masyarakat, terjun kegiatan sosial dan kemanusiaan, adalah jalan hidup yang dipilih sendiri oleh Non Rawung. 

Sebelumnya, ia adalah seorang bankir di sebuah bank ternama. Tapi, jabatan tinggi, fasilitas menggiurkan, serta gaji besar, tak membuat hatinya tenang. Lebih dari dua dekade lalu, ia memutuskan banting setir. 

Sekretaris Yayasan Karya Alpha Omega (KAO), Lanny Himawan menilai, itu adalah keputusan yang berani. Non Rawung tak segan melepas jabatan sebagai vice president di sebuah bank asing. Padahal, usianya baru 47 tahun saat itu. 

Setelah itu, Non Rawung bergabung di salah satu yayasan yang bergerak dalam bidang kesehatan, pendidikan hingga tanggap bencana yang diberikan kepada masyarakat dengan gratis. Ia kemudian memimpin Yayasan Karya Alpha Omega.

"Kami membantu keliling memberikan makan gratis, pengobatan, operasi sumbing, katarak lalu ada juga pendidikan hampir ke seluruh Indonesia," kata Yanti. 

Kini, sosok Non Rawung telah tiada. Ia tutup usia di RS Persahabatan, Jakarta Timur pada Kamis 16 April 2020 di tengah pandemi Covid-19 yang sedang melanda dunia.

Saat dikonfirmasi, Yanti mengakui bahwa Non Rawung positif Covid-19. "Sudah mendapatkan perawatan di RS Persahabatan dari 1 April, lalu 4 April mendapatkan kabar sudah menggunakan ventilator," kata dia. 

Selamat jalan, Ibu Non Rawung...