Sukses

Kemendagri: Masyarakat Bisa Tetap Produktif Walau Tidak Mudik Lebaran

Liputan6.com, Jakarta Kementrian Dalam Negeri (Kemdagri) meminta masyarakat untuk tidak mudik ke kampung halaman di tengaj situasi pandemi corona atau Covid-19 kali ini.

Plt.Direktur Jenderal Bina Admistrasi Kewilayahan Kemdagri, Safrizal ZA mengatakan di mana pun saat ini masyarakat berada jangan sampai melakukan mobilitas untuk mudik.

"Jangan mudik. Di mana pun kita berada jangan mudik. Mari kita sayangi saudara-saudara kita di kampung. Mari sayang orang tua kita di kampung, untuk kali ini saja jangan mudik," tegasnya melalui konferensi pers daring pada Kamis (9/4/2020).

Safrizal mengatakan, kendati tidak mudik, masyarakat tetap diminta untuk produktif dari rumah.

Menurutnya saat ini pemerintah tengah melakukan intervensi guna membatasi penyebaran virus Corona ke seluruh Indonesia. Hal ini akan berhasil bilamana dilakukan oleh seluruh masyarakat di Indonesia.

"Gerakan ini akan berhasil bila dilakukan secara disiplin, serentak. Jadilah pahlawan untuk kita semua. Lindungi diri, lindungi orang lain," pintanya.

2 dari 3 halaman

Batasi Pergerakan Masyarakat

Sebelumnya Presiden Jokowi telah meminta jajarannya mengambil langkah tegas agar masyarakat tak mudik ke kampung halamannya saat lebaran atau Idul Fitri 2020. Pemerintah, kata dia, tengah berfokus mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) dengan mengurangi atau membatasi pergerakan masyarakat.

"Demi keselamatan bersama, saya juga minta dilakukan langkah-langkah yang lebih tegas untuk mencegah terjadinya pergerakan orang ke daerah," kata Jokowi saat memimpim rapat terbatas secara video conference dari Istana Kepresidenan Bogor Jawa Barat, Senin (30/3/2020).

Jokowi mengatakan bahwa kepala daerah sudah mengeluarkan imbauan agar para perantau di Jabodetabek tidak mudik ke kampung halaman. Namun, dia menilai juga perlu langkah tegas untuk memutus penyebaran corona.

"Ini (imbauan) saya minta ini untuk diteruskan dan digencarkan lagi. Tapi menurut saya imbauan seperti itu belum cukup. Perlu langkah-langkah yang lebih tegas untuk menutup rantai penyebaran Covid-19 ini," jelasnya.

Menurut dia, pergerakan arus mudik sudah terjadi lebih awal dari biasanya sejak penetatapan tanggap darurat di DKI Jakarta. Pemudik yang kebanyakan pekerja informal di Jabodetabek ini bergerak menuju Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta, serta Jawa Timur.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: