Sukses

PNS di Bekasi Positif Covid-19, Dinkes Minta Orang yang Kontak Segera Isolasi Diri

Liputan6.com, Jakarta Seorang PNS di Karawang, Jawa Barat, dinyatakan positif terjangkit Covid-19. Pasien pria berinisial ES itu tinggal di wilayah Jababeka Cikarang Baru, Sertajaya, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Pasien juga diketahui seorang jemaah yang aktif berkegiatan di masjid. Terkait hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Sri Enny mengimbau warga di sekitar kediaman maupun jemaah di masjid yang sama dengan pasien, agar tidak panik namun tetap waspada.

Bagi yang sebelumnya pernah melakukan kontak langsung dengan pasien, Enny meminta agar segera mengikuti prosedur penanganan Covid-19, yakni dengan menjadi Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan mengisolasi diri.

"Pemantauan bisa melalui 2 arah. Yang diisolasi memberikan info ke Puskesmas bisa melalui telepon atau petugas yang ke sana bila memang diperlukan," kata Enny saat dihubungi liputan6.com, Selasa (24/3/2020).

Warga di sekitar kediaman pasien juga diharapkan melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh lingkungan, untuk menekan penyebaran virus.

"Masjidnya juga didesinfektan, bisa digunakan setelah dibersihkan," imbuhnya.

Anggota DPRD Kabupaten Bekasi fraksi PDI Perjuangan, Nyumarno, membenarkan kabar PNS di Karawang yang positif Covid-19.

"Benar yang bersangkutan dan beberapa orang di Kabupaten Bekasi positif Corona," kata dia.

Menurutnya, sudah saatnya Pemerintah Daerah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) atas kondisi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bekasi saat ini. Untuk itu perlu penanganan secara total dan berkesinambungan, meski harus mengucurkan dana besar.

"Walau sampai Rp 200 miliar atau berapapun, sepanjang untuk penanganan dan pencegahan sebaran virus Covid-19, mintakan persetujuan DPRD secepatnya," tegasnya.

2 dari 3 halaman

Ikut Rapid Test

Nyumarno juga mengimbau agar masyarakat Kabupaten Bekasi khususnya di wilayah terpapar Covid-19, diperiksa kesehatannya melalui rapid test. Untuk rumah sakit rujukan harus dilengkapi dengan fasilitas serta tenaga medis yang memadai.

"Berikan insentif untuk tenaga medis maupun rakyat kita yang tidak berpenghasilan dan terdampak sebaran Covid-19," ujarnya.

Ia juga mengimbau agar tidak ada warga yang melakukan aktivitas di luar rumah. Begitu pula dengan kegiatan perkantoran yang sudah seharusnya dihentikan, untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: