Sukses

Survei: Tingkat Kesukaan Publik Terhadap Prabowo di Pilpres 2024 Menurun

Liputan6.com, Jakarta Lembaga Survei Idonesia Political Opinion (IPO) menyampaikan hasil surveinya terkait respons publik atas sejumlah tokoh politik nasional yang akan kembali bertarung di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 nanti.

Survei dilakukan dalam dua periode, yakni Oktober-November 2019 dan Januari 2020. Survei melibatkan 1.600 responden dengan tingkat akurasi 97 persen dan margin error 4,5.

Dari survei tersebut, mayoritas responden atau 65,1 persen menginginkan tokoh baru yang maju dalam bursa pilpres 2024. Selain itu 29,4 persen responden menginginkan tokoh lama. Sementara 5,5 persen responden abstain.

Selain itu, IPO pun mencatat adanya penurunan trend yang signifikan pada nama tokoh politik nasional Prabowo Subianto. Hal tersebut mengindikasikan redupnya Probowo dari panggung pilitik nasional.

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengatakan, berdasarkan hasil survei pada Januari 2020, Prabowo menjadi tokoh lama dengan popularitas tertinggi mencapai 92,0 persen. Sementara, tingkat elektabilitasnya 16,4 persen.

Namun, berdasarkan hasil survei di waktu yang sama, lanjut dia, didapat hasil, bahwa apabila Pilpres dilaksanakan saat ini, maka 64,5 persen responden mempersepsikan Prabowo kalah. Sementara, 16,4 persen mempersepsikan Prabowo bakal menang.

"Kalau dilanjutkan sampai tahun 2024, maka Prabowo lebih besar potensinya untuk kalah dibandingkan yang lain. Kalaupun Prabowo bisa menang, itu akan kerja keras sekali meski dia berpasangan dengan parpol yang kuat atau pemenang pemilu," ungkap Dedi, dalam konferensi pers, Jakarta, Jumat, 13 Maret 2020. 

Hasil tersebut, kata dia, berbanding terbalik dengan hasil survei IPO pada Oktober-November 2019 lalu. Saat itu, Menteri Pertahanan ini memperoleh tingkat 'kesukaan publik' paling tinggi, yakni di urutan pertama.

"Survei Oktober-November 2019 kami tanyakan kepada publik, kepercayaan publik itu Prabowo muncul sebagai menteri paling dipercaya, nomor 1. Artinya  beliau dari militer, kemudian memimpin Kemenhan maka diamini sebagai menteri paling sesuai dan paling dipercaya," imbuhnya.

Tetapi ketika survei kembali dilakukan pada periode 10-31 Januari 2020, pamor Prabowo turun drastis. Tingkat 'kesukaan publik' terhadap Mantan Danjen Kopassus tersebut turun ke urutan enam.

"Artinya kan sangat signifikan menurutnya saya. Yang tadinya jadi tokoh yang paling diharapkan bisa jadi pembaharu, tapi dalam dalam 100 hari, pamor Prabowo turun signifikan," kata dia. 

2 dari 3 halaman

Muncul Tokoh-Tokoh Muda

IPO juga mencatat munculnya tokoh-tokoh muda atau yang baru di dunia politik nasional. Nama-nama baru tersebut, seperti Tito Karnavian, Agus Harimurti Yudhoyono, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Sandiaga Uno, Puan Maharani, dan Ridwan Kamil.

Dia menambahkan, hasil survei juga memunculkan nama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjadi tokoh pejabat publik yang mempunyai tingkat elektabilitas tertinggi mencapai 9,7 persen.

Ini jika dibandingkan dengan nama-nama yang masuk kategori tokoh baru. Tito melampaui Sandiaga Uno (8,1 persen), AHY (6,7 persen), dan Airlangga Hartarto (5,2 persen).

"Ini adalah kebalikan atau antitesa dari Prabowo. Prabowo dari perolehan yang sangat baik, Pak Tito itu menteri yang paling tidak dipercaya pada awal pembentukan komposisi kabinet. Tapi begitu 100 berjalan kami evaluasi pada tnggal 10-31 Januari  ternyata beliau melejit masuk posisi ke 4," jelas Dedi.

 

Reporter: Wilfridus Setu Embu

Sumber: Merdeka 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: