Sukses

Hanura Bagikan Bantuan di Masa Tanggap Darurat Bencana Alam Gempa Cianjur

Liputan6.com, Jakarta - Pengurus Pusat Partai Hanura pada Jumat 25 November 2022 mengadakan kegiatan tanggap darurat bencana alam gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Hadir mewakili Ketua Umum Partai Hanura yaitu Wakil Ketua Umum Harian Herry Lontung Siregar, Wakil Ketua Umum Agama dan Sosial Masyarakat Arwani Syaerozi, Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Junaidy R Mamonto beserta jajaran pengurus, serta Kabid Keanggotaan DPP Hanura Willy Rawung.

Dalam kesempatan itu, Partai Hanura bertemu langsung dengan korban yang terdampak di Kelurahan Cipaku, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

"Partai Hanura membagikan ribuan makanan siap saji bagi masyarakat yang terdampak dan mendirikan posko posko tanggap darurat di dekat lokasi terdampak," ujar Wakil Ketua Umum Harian DPP Partai Hanura Herry Lontung Siregar melalui keterangan tertulis, Minggu (27/11/2022).

Herry mengatakan, Partai Hanura berharap agar semua bantuan dapat tersalurkan dengan baik sesuai dengan kebutuhan pada masa tanggap darurat.

"Semoga para korban tabah dan tawakal dalam menghadapi cobaan ini. Partai Hanura akan berada dengan masyarakat membantu mengurangi beban masyarakat yg terdampak sampai dengan target tanggap darurat selesai," jelas Herry Lontung.

Sebelumnya, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri menyatakan hingga Minggu (27/11) sore, telah berhasil mengidentifikasi 145 jenazah korban gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

"Kami juga melakukan identifikasi terhadap korban gempa bumi yang meninggal dunia. Yang sampai saat ini telah teridentifikasi sebanyak 145 orang. Tim ini juga bergabung dari Provinsi Jabar dan RSUD (Sayang) Cianjur," kata Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Drs Suntana di RSUD Sayang, Kabupaten Cianjur, Minggu (27/11/2022).

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 3 halaman

Tim DVI Dibantu Ahli Forensik

Pada kesempatan itu, Kapolda Jabar Suntana menjelaskan tentang kegiatan Satgas Kesehatan yang dilakukan oleh Operasi Aman Nusa II Polda Jabar Tahun 2022.

Kegiatannya meliputi melaksanakan pengecekan kesehatan terhadap korban yang luka karena gempa, baik luka ringan, luka sedang atau luka berat.

"Lalu menerima masyarakat yang terdampak dan berada di daerah pengungsian. Dan juga melakukan identifikasi terhadap korban gempa bumi yang meninggal dunia," kata dia yang dilansir dari Antara.

Selain itu, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri juga dibantu oleh sejumlah ahli forensik dan tenaga medis seperti Tim Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran (Unpad) dalam mengidentifikasi jenazah korban gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Kepala Urusan Kedokteran dan Forensik Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kaur Doksik Biddokkes) Polda Jawa Barat Kompol dr M Ihsan Wahyudi, di Pos Post Mortem RSUD Sayang, Kabupaten Cianjur, mengatakan bantuan dari Unpad didatangkan karena pihaknya mulai mengalami kesulitan mengidentifikasi korban gempa Cianjur seiring perburukan kondisi jenazah di hari ke tujuh pasca gempa bumi.

"Memang kondisi jenazah sudah tidak bisa dikenali karena ada pembusukan dan tentunya membutuhkan tim ahli lain seperti sidik jari, ahli kedokteran gigi, forensik, rekan-rekan kita dari Unpad datang ke sini bergabung, pengambilan DNA ada dari Unpad," kata dr M Ihsan Wahyudi.

 

3 dari 3 halaman

Butuh Data Pembanding

Ihsan mengatakan Tim DVI membutuhkan data pembanding dari keluarga korban sampai alat bantu tertentu untuk mempermudah proses identifikasi.

"Bahkan Tim DVI harus mendatangkan sejumlah ahli, khususnya dari kedokteran dari forensik Unpad untuk mengidentifikasi sidik jari dan DNA korban," kata dia.

Untuk kepentingan identifikasi bagi masyarakat yang merasa kehilangan kerabat atau anggota keluarganya diwajibkan membawa KTP dan menyertakan foto terbaru yang terlihat bagian gigi korban.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.