Sukses

Satu Keluarga yang Tewas Tertimpa Dinding Ambruk di Bogor Dimakamkan

Liputan6.com, Jakarta - Jenazah Basri Abdul Latif (45) dan kedua anaknya Esa Baskila (6), dan Evan Baskila (5) dimakamkan berdampingan di Kampung Cibolang, Desa Banjar Wangi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Kamis (20/2/2020) siang.

Sementara jenazah istrinya, Ela Latifah (35), dimakamkan di lokasi berbeda yakni di Desa Teluk Pinang, Kecamatan Ciawi, tempat tinggal orangtuanya.

Pantauan di pemakaman, suasana duka menyelimuti keluarga korban, terutama ibunda dari Basri Abdul Latif, Amah (63) yang tanpa henti menangis sembari memanggil-manggil nama anak dan kedua cucunya. Begitu juga adik, kakak dan keponakan Basri tak berhenti menangis.

Amah bercerita, malam sebelum kejadian, ia sempat mengajak cucunya Evan Baskila menginap di rumahnya yang saling berhadapan dengan tempat tinggal korban.

"Saya sempat ngajak Evan tidur sama saya, tapi dia enggak mau. Katanya pengen tidur sama ayah," ucap Amah ditemui usai pemakaman.

Amah tampak tak bisa membendung air mata kala ia mengungkapkan bahwa Ela meninggal dalam keadaan tengah hamil dua bulan, anak ketiga dari pasangan Basri. "Menantu saya sedang hamil 2 bulan," kata Amah.

Saat dinding kamar ambruk sekitar pukul 03.00 WIB Kamis dini hari tadi, pasangan suami istri sedang tidur lelap bersama dua orang anaknya. Keempat orang itu tewas tertimpa material bangunan akibat dinding kamar lantai dasar sudah lapuk.

"Saudaranya sempet ada yang mendengar suara gemuruh diikuti suara jeritan sekali, tapi sayup-sayup gitu karena kondisinya hujan," kata Ketua RT01/01, Ayatullah.

Hujan yang mengguyur Bogor sejak tengah malam membuat dinding kamar tidak bisa menahan tekanan dari derasnya air yang meluap di sela antara bangunan rumah korban dengan tetangganya.

"Dindingnya jebol nimpa bapak, ibu dan dua anaknya. Sepertinya dinding kamar nggak kuat nahan air yang meluap," kata dia.

Pada saat kejadian, tidak ada satu pun yang mengetahuinya. Dua anaknya, yang tengah tidur di lantai dua pun tidak mendengar suara apa pun dari lantai dasar. Peristiwa nahas itu baru diketahui oleh Dedi Darmawan (40), adik Basri Abdul Latif sekitar pukul 06.30 WIB.

Mulanya, Dedi melihat lampu rumah masih menyala dan tirai tertutup rapat, tidak seperti biasanya. Padahal, waktu sudah menunjukkan pukul 06.00 WIB. Meski Dedi sudah beberapa kali mengetuk pintu depan rumah, tak kunjung ada yang keluar.

"Biasanya jam 6 itu istrinya sudah siap-siap berangkat kerja. Tadi pagi kok sepi, diketuk-ketuk-ketuk sambil dipanggilin nggak ada yang nyahut," ungkap Siti Nurlela (29) keponakan Basri.

Karena penasaran, Dedi mendobrak pintu depan kemudian membuka pintu kamar Basri. Ia sangat terkejut lalu berteriak meminta tolong begitu melihat saudaranya tertimbun longsor di dalam kamar.

 

2 dari 3 halaman

Kondisi Terbujur Kaku

Setelah mendengar teriakan minta tolong, warga lainnya berhamburan keluar dan berusaha mengevakuasi korban. Saat ditemukan, kondisi pasangan suami istri dan kedua anaknya itu sudah tidak bernyawa, dalam posisi berjejer terbujur kaku di tempat tidur.

"Semua tertutup tembok, cuma kaki Kang Basri yang keliatan. Dua anaknya terluka parah di kepala," kata dia.

Seluruh jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Ciawi. Usai mengevakuasi korban, Dedi jatuh pingsan lantaran tidak kuat menahan rasa sedih. Tak hanya Dedi, anak Basri yang saat kejadian tidur di lantai 2 ikut pingsan setelah mengetahui kejadian itu.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading