Sukses

Disebut Berhasil Tanggulangi Banjir Jakarta, Ini Kata Ahok

Liputan6.com, Jakarta - Survei Indo Barometer menyebut mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok sebagai pemimpin yang paling berhasil menanggulangi banjir di Jakarta.

Menanggapi hasil survei tersebut, BTP mengatakan bahwa saat bekerja menjadi gubernur DKI hanya mengikuti aturan yang telah ditentukan.

"Saya kira kita hanya mengikuti aturan yang ada ya. Itu sudah digariskan oleh Belanda," kata Ahok di Gedung Tempo Institute, Jakarta, Senin (17/2/2020).

Menurut dia, Jakarta sudah didesain dengan sedemikian rupa agar terhindar dari banjir.

"Sudah ada desainnya, tanggul, 1.300 saluran dihubungin, ada Cengkareng drain, ada Banjir Kanal Timur, ada Cakung drain, mesti pasang pompa, pengerukan sungai mesti dilakukan terus-menerus. Itu nggak ada yang aneh karena itu bukan dari saya," jelas dia.

Menurut dia, aturan tersebut memang dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) pusat. "Dari Belanda memang begitu konsultannya," kata Ahok.

 

2 dari 3 halaman

Temuan Indo Barometer

Sebelumnya, Survei Indo Barometer memperlihatkan bahwa publik menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan paling bertanggung jawab atas bencana banjir Jakarta.

Dalam survei Indo Barometer 9-15 Januari, 61,4 persen responden menilai Pemprov DKI Jakarta bertanggung jawab menyelesaikan masalah banjir. Dibandingkan, yang menilai pemerintah pusat bertanggung jawab sebesar 27,3 persen. Sementara, tidak tahu atau tidak menjawab 12,4 persen.

"Publik melihat tanggung jawab itu milik Pemprov DKI Jakarta," ujar Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari saat rilis survei di Kawasan Senayan, Jakarta, Minggu (16/2/2020).

Indo Barometer turut membandingkan penyelesaian banjir dengan dua gubernur pendahulu Anies. Menurut survei itu, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dianggap paling berhasil mengatasi banjir.

"Menurut publik nasional untuk masalah banjir, gubernur Jakarta yang dianggap paling berhasil adalah Basuki Tjahaja Purnama (42 persen), disusul Joko Widodo (25 persen), dan Anies Baswedan (4,1 persen)," ujar Qodari.

Mayoritas publik (60,3 persen) menilai masalah banjir dapat diselesaikan. Sementara hanya 27,3 persen yang mengatakan tidak dapat diselesaikan.

Alasan bisa diselesaikan adalah penyebab banjir karena manusia (34,7 persen), penanganan banjir di Jakarta masalah cara (21,3 persen), kepemimpinan di Jakarta berpengaruh (11,7 persen), tergantung kebijakan pemerintah (11 persen), dan tergantung gubernur tegas dan berani (9 persen).

Survei nasional Indo Barometer ini dilaksanakan 9-15 Januari. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan 1.200 responden dari seluruh Indonesia. Margin of error survei sebesar 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: