Sukses

Tempeleng Murid, Wakil Kepala Sekolah di Bekasi Kena Sanksi Turun Jabatan

Liputan6.com, Bekasi - Video aksi penganiayaan yang dilakukan oknum guru SMA Negeri 12 Kota Bekasi viral di media sosial. Diketahui guru dalam video tersebut berposisi sebagai Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan. Karena aksinya itu, dia terancam sanksi dari Dinas Pendidikan Kota Bekasi.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi, Inayatullah mengaku pihaknya sangat menyesalkan insiden tersebut dan berencana mengajukan mutasi bagi sang oknum guru berinisial IM itu.

"Kami akan membuat surat tembusan ke pak Walikota untuk mengusulkan guru tersebut kalau bisa jangan mengajar lagi di Kota Bekasi," kata Inayatullah kepada liputan6.com, Jumat (14/2/2020).

Disdik Kota Bekasi, kata dia, dalam hal ini tak memiliki kewenangan langsung terhadap yang bersangkutan IM. Namun ia menegaskan pihaknya tetap berupaya memberikan kenyamanan kepada para siswa, utamanya dengan mengajukan mutasi.

"Kewenangan SMA/SMK itu kan memang ranahnya provinsi, Disdik sebenarnya hanya menangani SD, SMP, TK/Paud. Nah kalau pun sekarang ini kita ikut membantu, kaitannya karena ini kan wilayah hukum Kota Bekasi, jadi kita punya tanggung jawab moral," jelasnya.

Menurutnya, perlakuan IM kepada siswanya sangat lah tidak pantas, mengingat tugas dari seorang guru yang sejatinya mendidik dan mengayomi.

Terlebih, IM diketahui memiliki sikap temperamental yang akan berdampak pada ketidaknyamanan siswa saat melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah.

"Pada saat itu (IM) kita panggil. Saya minta kepada beliau untuk meminta maaf kepada siswa-siswa yang diindikasi pemukulan, supaya tidak terjadi kesalahpahaman. Karena jelas memang dia salah, khilaf dan sebagainya. Tapi karena sudah viral videonya, akhirnya tetap tak bisa terkendali," papar dia.

Dia berharap kekerasan di SMAN 12 Kota Bekasi menjadi yang terakhir bagi dunia pendidikan, khususnya di Kota Bekasi. “Pokoknya kita harap jangan sampai terulang lagi," imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Wijonarko mengatakan pihaknya sudah menindaklanjuti dan mencari informasi seputar masalah penganiayaan murid oleh oknum guru tersebut.

"Kita langsung ke lokasi mencari informasi tentang kejadian sebenarnya. Kita melakukan pertemuan dengan guru, kepala sekolah, orangtua murid. Bahkan kemarin sempat juga hadir Pak Wakil Wali Kota membicarakan terkait penanganannya," ucap Wijonarko.

Dia menyampaikan sang oknum guru saat ini sudah diturunkan dari jabatannya dari Wakasek Kesiswaan menjadi guru biasa. Hal ini berdasarkan keputusan yang dikeluarkan pihak sekolah.

"Ke depan kita akan monitor. Tadi pagi juga kita mendatangi sekolah untuk menyampaikan tentang bagaimana pihak sekolah tetap memberikan penyuluhan kepada para guru dan siswa di sekolah tersebut," katanya.

 

2 dari 3 halaman

Penyelesaian Kekeluargaan

Wijonarko berharap kejadian tersebut tidak terulang kembali agar kondusifitas pendidikan di wilayah Kota Bekasi tetap terjaga.

"Sampai saat ini kami berupaya mengakomodir dari pihak guru dan orangtua murid melakukan musyawarah, sehingga kita harapkan penyelesaian bisa lebih soft," imbuhnya.

Aksi penganiayaan IM kepada siswanya viral di media sosial. Dalam video berdurasi 13 detik itu terlihat IM memukuli seorang siswa secara membabi buta. Penganiayaan dipicu ratusan siswa yang terlambat datang ke sekolah. Usai dilakukan pemeriksaan atribut, terdapat 5 siswa yang tidak mengenakan ikat pinggang.

IM yang naik pitam kemudian melakukan pemukulan terhadap siswa yang tidak mengenakan ikat pinggang. Salah satunya kepada siswa berinisial WS seperti yang terekam dalam video.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Polisi Akan Autopsi Jasad Kucing Mati Dipukuli Sopir Angkot
Artikel Selanjutnya
Aniaya Kucing dengan Sapu, Sopir Angkut Dilaporkan ke Polisi