Sukses

Pemprov DKI Akan Bantu Korban Banjir dengan Anggaran Belanja Tak Terduga

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta Edi Sumantri menyatakan, Pemprov DKI akan memberikan bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak banjir awal tahun 2020.

Akan tetapi, kata dia, saat ini bentuk bantuan tersebut belum diputuskan dalam rapat. Sebab masih diperlukannya sejumlah data penunjang lainnya.

"Karena belum dapat data berapa yang (warga) akan menerimanya," kata Edi saat dihubungi, Selasa (14/1/2020).

Bantuan tersebut nantinya akan menggunakan anggaran belanja tidak terduga (BTT). Saat ini, kata Edi, BTT milik Pemprov DKI Jakarta mencapai Rp 188 miliar.

"Masih available untuk digunakan. Masih Rp 188 miliar kami punya uang BTT, dipakainya berapa, belum tahu," ucapnya.

Sebelumnya, perwakilan kelompok masyarakat korban banjir Jakarta 2020 mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Gugatan itu ditujukan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Tim advokasi banjir Azas Tigor Nainggolan mengatakan, dalam musibah banjir Jakarta pada Rabu 1 Januari 2020, ada indikasi Gubernur Anies melanggar hukum karena tidak adanya peringatan dini kepada warganya akan datang banjir.

Sebab tidak adanya peringatan dini tersebut, warga jadi kelimpungan mengevakuasi segala harta bendanya. Hal ini menurut Azas merupakan kewajiban Gubernur melindungi warga.

2 dari 3 halaman

Perkiraan Jumlah Kerugian

"Gugatan kami ini ditujukan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Pertanyaannya, apa sih dasar gugatannya, dasar gugatannya, Gubernur DKI Jakarta lalai dalam menjalankan kewajiban hukumnya. Kewajiban hukumnya harus melindungi warga Jakarta atau orang yang ada di Jakarta ketika itu supaya tidak berdampak buruk sekali dari banjir yang terjadi," kata Azas usai mendaftarkan gugatan, Senin (13/1/2020).

Ia menambahkan, untuk jumlah warga yang ikut serta dalam class action atau gugatan banjir Jakarta berkelompok yang terverifikasi mencapai 243 warga Jakarta. Jumlah itu mewakili lima wilayah Jakarta.

Azas juga mengatakan akibat dari banjir tersebut warga menanggung kerugian. Ia memperkirakan kerugian sebesar Rp 42,3 miliar.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading