Sukses

Top 3 News: Detik Demi Detik Pesawat Sukhoi Tabrak Gunung Salak 7 Tahun Lalu

Liputan6.com, Jakarta Top 3 news, sebanyak 45 penumpang Pesawat Sukhoi Superjet 100, tewas saat burung besi itu menabrak tebing Gunung Salak, pada 9 Mei 2012 silam. 

Menurut catatan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), dari jumlah penumpang Sukhoi yang tewas, 35 korban merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dan 10 Warga Negara Asing (WNA). 

38 Detik sebelum benturan, sistem pesawat Terrain Awareness Warning System (TAWS) memberikan peringatan berupa suara; "Terain Ahead, Pull Up" dan diikuti enam kali "Avoid Terrain". Namun, peringatan itu diabaikan pilot Pesawat Sukhoi.

Di sisi lain, fenomena ular yang kerap muncul di permukiman warga semasa musim hujan ini terus berlanjut. Warga di Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Rabu, 18 Desember kemarin dikejutkan oleh anak ular kobra sepanjang 35 sentimeter di teras rumahnya.

Anak kobra tersebut berhasil ditangkap pemilik rumah dengan memakai gagang pel. 

Yayasan Ular Indonesia Sioux menyebutkan dalam kurun waktu 3 bulan terakhir, pihaknya telah menemukan 50 ular berbisa dari berbagai jenis di permukiman warga. Dari sweeping ular yang dilakukan, Sioux kebanyakan mendapati ular jenis king kobra dan ular ijo, buntut merah.

Sementara itu, apa kabar Lurah Jelambar Agung Tri Atmojo yang dipecat pascavideo viral petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) DKI direndam di got? 

Berikut berita terpopuler di kanal News Liputan6.com, sepanjang Rabu, 18 Desember 2019:

2 dari 5 halaman

1. Penyebab Pesawat Sukhoi Superjet 100 Tabrak Gunung Salak 7 Tahun Lalu

8 bulan setelah kejadian, tepatnya pada 18 Desember 2012, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengumumkan penyebab jatuhnya Pesawat Sukhoi Superjet 100. 

Dikutip dari berbagai sumber, Ketua KNKT Tatang Kurniadi menjelaskan, detik demi detik kronologis jatuhnya pesawat nahas buatan Rusia tersebut.

Pada pukul 14.20 WIB, pesawat tinggal landas dari landasan 06 bandara Halim Perdana Kusuma. Pesawat kemudian berbelok ke kanan hingga radial 200 HLM VOR dan naik ke ketinggian 10.000 kaki.

Pada pukul 14.24 WIB, pilot melakukan komunikasi dengan Jakarta Approach dan memberikan informasi bahwa pesawat telah berada pada radial 200 HLM VOR dan telah mencapai ketinggian 10.000 kaki.

Kemudian, pada pukul 14.26 WIB, pilot minta izin turun ke ketinggian 6.000 kaki serta untuk membuat orbit (lintasan lingkaran) ke kanan. Izin tersebut diberikan oleh petugas Jakarta Approach. Tujuannya agar pesawat tidak terlalu tinggi untuk proses pendaratan di Halim menggunakan landasan 06.

Pada pukul 14.32 WIB lewat 26 detik, berdasar waktu di Flight Data Recorder/FDR (black box) pesawat menabrak tebing Gunung Salak pada radial 198 dan 28 Nm HLM VOR, atau pada koordinat 06-42'45"S 106-44'05"E dengan ketinggian sekitar 6.000 kaki di atas permukaan laut.

 

Selengkapnya...

3 dari 5 halaman

2. 50 Ular Ditangkap di BSD, Ada King Kobra hingga Ular Hijau

Sedikitnya, 50 ular berbisa dari berbagai jenis di tangkap di 15 perumahan termasuk dari BSD dalam kurun 3 bulan terakhir.

Anggota Yayasan Ular Indonesia Sioux, Muhamad Dzawil Arham mengatakan, pihaknya kembali melakukan sweeping dan mengamankan dua ular jenis king kobra di Perumahan Sevilla, Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Serpong.

Dia menyebutkan, dari tiga bulan sweeping ular yang dilakukan, Sioux kebanyakan mendapati ular jenis king kobra dan ular ijo, buntut merah.

Lantas mengapa perumahan?

 

Selengkapnya...

4 dari 5 halaman

3. Dicopot Karena Viral PPSU Direndam di Got, ke Mana Eks Lurah Jelambar Bertugas?

Nama Lurah Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat mencuat seiring viralnya video puluhan pegawai honorer DKI menceburkan diri di dalam got. Peristiwa tersebut berdampak pada pencopotan Agung Tri Atmojo sebagai lurah setempat.

Setelah dicopot, bagaimana kabar terkini dari lurah Jelambar tersebut? 

Kini, Agung menempati jabatan sebagai staf sementara di Kecamatan Grogol Petamburan. 

"Sekarang bertugas di kecamatan. Jadi petugas di kecamatan. Untuk pengganti lurah sudah saya tunjuk Sekcam (Sekretaris Kecamatan) menjadi Plh (pelaksana harian) untuk melaksanakan tugas sehari-hari di Jelambar," kata Camat Grogol Petamburan, Didit Sumaryanta, Jakarta, Selasa, 17 Desember 2019.

 

Selengkapnya...

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Top 3 News: Motif Begal Payudara Bekasi yang Targetkan Kaum Ibu
Artikel Selanjutnya
Top 3 News: Ulah Ratu Keraton Agung Sejagat di Balik Jeruji