Sukses

Indeks Kerukunan Beragama Meningkat, Ini Respons Jokowi

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Jokowi menanggapi Indeks kerukunan umat beragama 2019 (indeks KUB 2019) yang dirilis Kementerian Agama. Jokowi meminta semua pihak agar terus merawat toleransi.

"Pekerjaan kita semuanya agar yang namanya tolerasi, kerukunan dan persaudaraan harus kita rawat bersama-sama," ucap Jokowi di Jakarta, Kamis (12/12/2019).  

Kemarin, Wakil Presiden Ma'ruf Amin pun meminta agar semua pihak menjaga kerukunan sesuai Pancasila. Yaitu sila ke-3 persatuan Indonesia.

"Kita akan terus melakukan upaya-upaya pembinaan melalui berbagai instrumen-instrumen yang ada misalnya melalui kementerian agama dan kementerian-kementerian terkait lainnya," kata Ma'ruf di Kantornya, Jalan Merdeka Utara, Kamis (11/12/2019).

Ma'ruf juga meminta majelis taklim agama lain juga mengajak untuk tetap rukun. Serta melalui kerukunan antar umat beragama yang sudah ada di setiap provinsi maupun kabupaten.

"Nah ini yang akan kita efektifkan semua itu kemudian melakukan dialog-dialog kebangsaan baik di tingkat nasional maupun di tingkat regional," ungkap Ma'ruf.

2 dari 3 halaman

Data Kemenag

Survei Indeks KUB 2019 yang dilakukan Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama menunjukkan angka rata-rata nasional pada poin 73,83 dari rentang 0-100. Artinya kerukunan di Indonesia masuk kategori tinggi.

Dikutip dari website Kementerian Agama, angka tersebut meningkat jika dibandingkan hasil yang diperoleh tahun lalu yaitu 70,90.

Namun, kata Menteri Agama Fachrul Razi, masih rendah jika dibanding perolehan angka indeks tahun 2015 yaitu 75,36.

"Meskipun trend Indeks KUB menurun dibandingkan tahun 2015, tetapi dalam lima tahun terakhir, angka rata-rata Indeks KUB selalu berada di atas angka 70, atau pada kategori tinggi," kata Fachrul.

 

Reporter: Titin Supriatin

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Jokowi: Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja Masih Butuh Penyempurnaan
Artikel Selanjutnya
Soal Virus Corona, Jokowi: Ada Opsi Evakuasi WNI di Wuhan