Sukses

Aksi Pemukulan Suporter Indonesia, Kemenpora RI Lakukan Pendampingan Hukum

Liputan6.com, Jakarta - Inilah video permohonan maaf Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Syed Saddiq yang diunggah di akun resmi media sosialnya.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Senin (25/11/2019), dalam video yang diunggah pada tiga hari lalu, Menpora Malaysia memohon maaf atas dugaan aksi pemukulan terhadap suporter timnas Indonesia pasca-laga melawan Malaysia pekan lalu.

Namun, sikap Syed Saddiq memohon maaf melalui Twitter disayangkan pemerintah Indonesia. Respons ini dianggap tidak baik untuk hubungan bilateral antara Malaysia dan Indonesia.

Menpora Zainuddin Amali meminta permintaan maaf dilakukan dengan menjawab surat dari Kemenpora RI yang telah dikirimkan kepada Menpora Malaysia.

"Sebagai etika sesama negara bertetangga direspon dengan surat juga. Kita tidak tahu itu di Twitter ditujukan kepada siapa, dan dilakukan penegakan hukum yang transparan. Kalau cuma diusut dan tidak ada tindakan hukum nggak ada gunanya," ujar Menpora Zainuddin Amali.

Dalam rekaman yang beredar, suporter timnas bernama Yovan bersama temannya dikepung suporter Malaysia. Mereka sempat dipaksa bicara bahasa Malaysia. Lantaran terbukti tidak bisa, mereka kemudian menerima aksi kekerasan dan pemukulan.

"Mereka sempat nanya, saya cuma diam jawab apa-apa. Akhirnya mereka memaksa untuk berbicara bahasa melayu, lalu kita ditarik ke satu tempat dan dipukuli," kataYovan.

Sementara itu, Kemenpora RI memastikan akan melakukan pendampingan hukum melalui kedubes Indonesia di Malaysia terhadap tiga suporter Timnas yang kini masih ditahan di Malaysia.