Sukses

Keliling Partai Oposisi, Nasdem: Kami Ingin Bangsa Ini Saling Rangkul

Liputan6.com, Jakarta - Setelah ke PKS, Partai Nasdem berencana menjadwalkan kunjungan ke PAN dan Partai Demokrat dalam waktu dekat. Hanya saja, sejumlah pihak menilai itu sebagai bentuk safari politik.

Ketua DPP Partai Nasdem Irma Suryani Chaniago menyampaikan, pihaknya belum berpikir jauh soal pembentukan poros baru koalisi.

"Kami tidak ingin dianggap nanti ini adalah safari politik, digoreng lagi, di framing lagi. Kami ingin bangsa ini ke depan saling berangkulan, jangan mau diobok-obok dengan SARA, hoaks, dan fitnah, saling curiga mencurigai, rugilah bangsa ini kalau itu dilakukan tiap hari," tutur Irma di Kongres Nasdem, Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (9/11/2019).

Irma menyebut, hal terpenting yang mesti diperhatikan saat ini bagaimana membangun persatuan agar memajukan kesejahteraan di Indonesia.

"Bagaimana mau menyaingi Malaysia, Singapura, kalau di dalam nggak akur, selalu curiga mencurigai dalam kepala. Yang harus dibangun adalah kesolidan kita semua untuk membangun bangsa ke depan agar lebih baik," jelas dia.

Dia mengatakan, empat program utama Presiden Joko Widodo atau Jokowi yakni Kartu Sembako, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Kartu Pra-Kerja, dan SDM Premium, sangat mumpuni memajukan bangsa.

"Bayangkan empat program Jokowi itu sangat komprehensif loh satu dengan yang lain. Kalau nggak didukung menteri-menteri yang konsolidatif, koordinatif, maka nggak mungkin bisa dicapai," Ketua DPP Nasdem menandaskan.

 

 

2 dari 3 halaman

Surya Paloh Minta Jangan Ragukan Kesetiaan Nasdem

Ketua Umum Nasdem Surya Paloh menyindir partai yang curiga terhadap Nasdem. Hal tersebut terkait pertemuan dengan Presiden PKS Sohibul Iman.

Paloh tak mengungkapkan siapa yang sebetulnya partai yang dia sindir. Dia berdalih, pihak yang dia sebut penuh curiga itu seperti angin.

"Yang mencurigai Nasdem ya kita gak tau, tapi pasti ada bagaikan angin yang terasa di tangan saya nggak bisa tangkap dia, nggak terlihat tapi ada perasaan saja," ujarnya di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Paloh mengaku hanya bicara soal Pancasila saat menyindir ada partai merasa paling pancasilais. Dia mengatakan, jika ada partai yang marah terus sudah mengurangi nilai Pancasila.

"Nah pikiran-pikiran ini kan yang memang kita miliki sebagai bagian dari ideologi yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita. Jadi kalau ada partai kita yang bawa marah aja, dia kurang pancasilais. Kan ada juga ada marah, senyum boleh," kata Surya Paloh.

Paloh menegaskan, tak perlu meragukan Nasdem di koalisi. Dia menuturkan akan menjadi partai paling setia mendampingi Presiden Joko Widodo.

"Ya kalau ada yang menyatakan ragu terhadap dalam pemerintahan ini saya katakan jangan-jangan nanti Nasdem yang paling setia, kan bisa juga. Ada orang yang ragu dan kita balas keraguan itu, jangan ragu-ragu," tegasnya.

Komunikasi politik Nasdem, kata Paloh, tidak memberikan sekat dan hambatan dengan siapapun.

"Maka komunikasi politik Nasdem begitu cair tidak ada sekat hambatan. Baik pengusung pemerintah maupun di luar pemerintahan," ujar Surya Paloh.

Paloh menegaskan, Nasdem mengedepankan kepentingan bangsa dibandingkan partai. Menurutnya hal itu merupakan proses pendidikan politik berkelanjutan.

Karena itu, Paloh menegaskan Nasdem bukan partai yang menjadi pengusung pemerintah yang hanya memikirkan kepentingan koalisi.

"Jadi bukan hanya dasar Nasdem partai pengusung pemerintah kemudian hanya memikirkan kepentingan-kepentingan koalisi yang ada di pemerintahan. Salah itu. Salah itu," kata dia.

"Itu bukan cara berfikirnya Nasdem saudara-saudara. Mikir yang pendek-pendek orang Medan bilang pikir cetek-cetek," tegasnya.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Surya Paloh soal Jiwasraya: Spirit Nasdem Bikin Pansus
Artikel Selanjutnya
Bertemu Surya Paloh di DPP NasDem, Sohibul: Ini Kunjungan Balasan