Sukses

Daftar Tokoh yang ke Istana Temui Jokowi

Liputan6.com, Jakarta - Satu-persatu sejumlah tokoh mulai menemui Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Kepresidenan. Wajah-wajah baru dan lama nampak kompak berkemeja putih saat memenuhi undangan Jokowi. Apakah mereka ini yang akan masuk dalam kabinet Jokowi yang baru?

Sedikit menoleh kebelakang, saat Jokowi mengumumkan nama-nama menterinya pada 2014 lalu. Kala itu mantan Wali Kota Solo ini memperkenalkan jajaran menteri kepada publik yang kompak dalam balutan kemeja putih. 

Sebelumnya, usai pelantikan dirinya sebagai Presiden, pada Minggu, 20 Oktober 2019, Jokowi mengatakan akan segera mengumumkan wajah-wajah baru menterinya. 

Namun, kapan waktu dan tempatnya, Jokowi masih merahasiakannya. Dia hanya menyebut pelantikan bisa dilakukan bersamaan setelah pengumuman, bisa juga dihari berikutnya.

"Bisa hari Senin, bisa Selasa, bisa juga Rabu," ujar Jokowi.

Dia pun akan mengenalkan nomenklatur baru di periode kedua kepemimpinannya. Lantas, siapakan tokoh-tokoh yang telah dipanggil Jokowi ke Istana: 

 

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp10 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 9 halaman

Mahfud Md

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mendatangi Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 21 Oktober kemarin. 

Berdasarkan pantauan, Mahfud MD tiba di Kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 09.33 WIB, mengenakan kemeja putih. Dia mengaku dipanggil oleh Presiden Jokowi.

Usai bertemu Jokowi, Mahfud mengaku dirinya diminta langsung oleh Presiden Jokowi untuk menjadi menteri di kabinet jilid II. 

"Saya tadi dipanggil Pak Presiden. Intinya saya diminta beliau untuk menjadi salah seorang menteri, yang kalau tidak berubah akan dilantik besok lusa Rabu. Pagi sudah berkumpul di sini. Saya tidak diberitahu menteri apa," kata Mahfud di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Dia tak menjawab apakah posisi yang ditawari Jokowi adalah Menteri Hukum dan HAM. Kepada Jokowi, Mahfud menyatakan bahwa dirinya bersedia apabila dipercaya mengisi salah satu pos kementerian.

"Saya nyatakan bersedia. Saya nyatakan siap untuk negara," ucap dia.

3 dari 9 halaman

Christiany Paruntu

Christiany Eugenia Paruntu juga menyambangi Istana jelang pengumuman kabinet Jokowi yang baru. Dia datang pada pukul 10.07 WIB, Senin, 21 Oktober kemarin.

 Dia mengaku dipanggil oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

"Saya dipanggil," ucap Christiany Eugenia Paruntu.

"Ini memang kerja. Belum tahu, belum tahu," kata Christiany saat ditanya soal kemungkinannya jadi menteri.

Lantas, siapa sebenarnya sosok Christiany Eugenia Paruntu yang digadang-gadang akan menjadi menteri Jokowi?

Perempuan yang akrab disapa Tetty itu saat ini menjabat sebagai Bupati Minahasa Selatan. Dia mulai terjun ke dunia politik setelah bergabung dengan Partai Golkar.

Dia pernah pula mengenyam pendidikan tingkat SD dan SMP Budi Mulia di Kota Hujan, Bogor, Jawa Barat.

Pada 1981, keluarga Paruntu pindah ke Inggris karena ayahnya Jopie Taruntu menempuh program Ph.D di sebuah universitas di kota Nottingham.

Kesempatan emas ini dipergunakan Tetty untuk mengenyam pendidikan Sekolah Menengah di Harry Carlton Comprehensive School, Suthon Bomington, Notingham, Inggris.

Setelah lulus, ia melanjutkan pendidikan formal di Pitman College pada jurusan Manajemen Bisnis.

4 dari 9 halaman

Nadiem Markarim

Tak lama setelah Christiany, giliran Nadiem Makarim merapat ke Istana. Bos Gojek ini juga datang dengan baju khas putih dan celana hitam.

Nadiem langsung masuk ke Istana begitu tiba sekitar pukul 10.18 WIB. 

"Saya dipanggil Presiden," ujarnya singkat.

Founder Gojek ini mengaku dipilih Presiden Jokowi sebagai menteri untuk membantunya selama 5 tahun ke depan.

"Saya mendapat kehormatan yang luar biasa untuk menjadi pilihan presiden," kata Nadiem Makarim di Istana, Senin, 21 Oktober 2019.

Soal kementerian mana yang akan dia pimpin, Nadiem mengaku dirinya bersama Presiden hanya membahas soal orientasi ke depan terutama di bidang SDM. 

"Saya bersedia jadi menteri, nanti tunggu dari Presiden sendiri," ucap Nadiem.

5 dari 9 halaman

Wisnuthama

Datang sekitar pukul 11.09 WIB di hari yang sama dengan Nadiem, Wishnuthama mengatakan dirinya diajak bicara empat mata oleh Jokowi terkait banyak hal.

"Bicara kira-kira bidang yang kemampuan saya, kira-kira bagaimana untuk meningkatkan kemampuan kreativitas Indonesia, lalu juga peningkatan devisa. Pokoknya semua yang untuk kebaikan kita, bangsa Indonesia," ujar Wishnu di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 20 Oktober 2019.

Dia tak menampik kalau kedatangannya ke Istana berhubungan dengan penyusunan Kabinet Kerja jilid II. Namun, dia menolak menyebutkan posisi kementerian yang dijanjikan Jokowi.

"Nantilah, nanti akan diumumkan oleh Bapak Presiden," tegas Wishnu.

Dia juga memastikan bakal melepaskan sejumlah posisi yang kini dipegangnya jika nanti masuk ke dalam kabinet.

"Kan aturannya harus mengundurkan diri, jadi secepatnya. Kan bukan di Net saja, di Kumparan juga," jelas Wishnu yang datang dengan baju putih dan celana hitam.

6 dari 9 halaman

Erick Thohir

Tokoh selanjutnya yang datang menemui Presiden Jokowi adalah Mantan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir.

Erick datang mengenakan kemeja putih dan celana hitam saat datang ke Istana. Erick cukup lama berada di dalam Istana. Erick tiba di Istana pukul 11.11 WIB dan baru keluar pukul 13.25 WIB.

Erick Thohir mengatakan, jabatan yang akan dia emban ini merupakan amanah yang cukup berat.

"Kalau saya melihat ini jabatan bukan euforia, tapi amanah yang menurut saya sangat berat untuk dijalankan," kata dia.

Apalagi, kata Erick, dalam pidatonya Jokowi akan mencopot menteri-menterinya yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik.

"Apalagi beliau tidak sungkan-sungkan, semua calon menteri harus tandatangan pakta integritas," kata Erick.

7 dari 9 halaman

Prabowo

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, mengaku diminta Presiden Jokowi memperkuat kabinet pada pemerintahan 2019-2024.

Prabowo mengatakan, Jokowi meminta dirinya membantu di bidang pertahanan.

"Saya diminta membantu Beliau (Jokowi) di bidang pertahanan," ungkap Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). 

Prabowo memastikan bahwa dirinya siap membantu pemerintahan Jokowi. Langkah ini juga merupakan keputusan Partai Gerindra.

"Saya sudah sampaikan keputusan kami, daripada Partai Gerindra apabila diminta kami siap membantu, dan hari ini resmi diminta, dan kami setuju untuk membantu," kata Prabowo.

Prabowo mengaku siap bekerja sama dengan Jokowi. "Saya akan bekerja sebaik mungkin," ucap Prabowo.

8 dari 9 halaman

Airlangga Hartarto

Sementara itu, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto tak menjawab dengan tegas apakah akan kembali akan menduduki jabatan yang sama di Kabinet Kerja jilid II.

Dia malah meminta publik menunggu hingga Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengumumkan susunan kabinetnya.

"Insyaalah, nanti akan diumumkan hari Rabu besok," ujar Airlangga di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 21 Oktober kemarin.

Sebelumnya, Airlangga menempati pos Menteri Perindustrian di Kabinet Kerja periode 2014-2019. Sementara untuk kabinet mendatang, dia mengaku tak tahu jumlah kader Golkar yang akan jadi menteri.

"Yang jelas, sebelumnya Golkar kan sudah menyatakan siap mendukung Presiden Jokow dan Wapres Ma'ruf Amin sampai 2024. Soal kader Golkar, ada yang dipanggil (Presiden) ada yang tidak. Jadi kita tunggu saja sampai pengumuman," tegas dia.

Ketika ditanyakan bagaimana komposisi kabinet nantinya serta pos yang akan diisi kader Partai Golkar, lagi-lagi Airlangga mengelak. 

9 dari 9 halaman

Saksikan video pilihan selengkapnya di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Prabowo Subianto Sisir Anggaran untuk Beli Alutsista
Artikel Selanjutnya
Jokowi: Reformasi Perpajakan Penting untuk Atasi Pelambatan Ekonomi Global