Sukses

2 Hari Berlaku, Perluasan Ganjil Genap Belum Mampu Kurangi Polusi Jakarta

Liputan6.com, Jakarta - Kualitas udara Jakarta masih masuk dalam kategori tidak sehat. Jakarta kembali menduduki peringkat nomor satu terburuk di dunia, Selasa pagi tadi.

Data dari Airvisual menunjukan kualitas udara DKI Jakarta terburuk di atas Lahore, Pakistan.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Selasa (10/9/2019), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan dampak perluasan ganjil genap tidak bisa dilihat hanya dalam waktu singkat, mengingat kemarin merupakan hari pertama perluasan ganjil genap resmi diberlakukan.

"Kemarin saja kita menyaksikan beberapa kota sangat jauh lebih tinggi polusinya dibanding Jakarta. Artinya kita tidak melihat data jam perjamnya, kita harus secara rata-rata, terus menerus meningkatkan jumlah penumpang kendaraan umum, mengurangi jumlah kendaraan pribadi," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Selain ganjil genap, berbagai cara telah dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta untuk mengurangi polusi di Ibu Kota seperti perbaikan sistem transportasi umum dan perluasan trotoar pejalan kaki. (Rio Audhitama Sihombing)