Sukses

JK: China Tak Akan Serbu Indonesia, tapi Serang Sisi Ekonomi

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK menjelaskan Indonesia saat ini tidak perlu khawatir dengan serangan militer dari negara lain. Sebab menurut dia, baru 20-30 tahun lagi kita miliki musuh.

Melainkan saat ini harus diantisipasi serangan ekonomi dari negara lain. Menurut JK, serangan saat ini bukan dalam hal invasi militer. Melainkan penguasaan ekonomi dan teknologi, salah satunya China.

Hal itu diungkapkan JK saat memberikan pembekalan dalam rangka kegiatan bersama (PKB) Kejuangan kepada Perwira Siswa Sesko TNI, Sespimti Polri, Sesko Angkatan Sespimmen Polri tahun 2019 di Auditorium Jos Soedarso Seskoal, Cipulir, Jakarta Selatan, Rabu (14/8/2019).

"Negara negara besar akan melakukan cara penguasaan ekonomi. China tidak akan menyerang Indonesia, tetapi akan menyerang kita dari sisi ekonomi, bisa industri macet apabila kemampuan kita tidak terjadi," kata JK.

Begitu juga dengan negara-negara lain, menurut JK, penting untuk menguasai ekonomi dan teknologi dalam menghadapi tantangan dari luar. Sehingga bisa memperbaiki efisiensi serta sumber daya alam.

"Akan terjadi persaingan besar dan yang menang adalah yang menguasai inovasi teknologi dan menguasai keuangan," ungkap JK.

 

2 dari 3 halaman

Jaga Keamanan Nasional

JK meminta kepada TNI dan Polri untuk menjaga keamanan dan stabilitas nasional. Sebab ekonomi suatu negara dipengaruhi oleh kondisi negara tersebut.

"Persaingan bukan hanya persaingan antarnegara, antardaerah, kemampuan persaingan kita di inovasi masa depan untuk menjaga bangsa ini tetap maju, tidak ada negara tanpa inovasi, ekonomi berkembang," kata JK.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

  • Negara dengan penduduk terbanyak di seluruh dunia. Negara ini telah berganti nama menjadi Republik Rakyat Tiongkok.
    Negara dengan penduduk terbanyak di seluruh dunia. Negara ini telah berganti nama menjadi Republik Rakyat Tiongkok.
    China
  • JK
Loading
Artikel Selanjutnya
JK Sarankan Tenaga Pendidik Asing Dimulai dari Dekan
Artikel Selanjutnya
Pemimpin Hong Kong Harap Protes Tanpa Kekerasan Bisa Kembalikan Perdamaian