Sukses

KPK Periksa Khofifah Selama 4 Jam di Mapolda Jatim

Liputan6.com, Surabaya - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, terkait pengakuan mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuzy. KPK memeriksa Khofifah sebagai saksi dalam penyidikan kasus suap pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama RI Tahun 2018-2019.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera membenarkan adanya pemeriksaan terhadap Khofifah di Gedung Tipidkor Ditreskrimsus Polda Jatim. Pemeriksaan berlangsung selama empat jam.

"Diperiksa dari pukul 09.00 sampai 13.00 WIB di Tipikor, Ditreskrimsus Polda Jatim menyangkut saksi yang ditetapkan KPK," tutur Barung, Surabaya, Jumat (26/4/2019).

Sementara, adanya informasi beberapa pejabat pejabat Kanwil Kemenag Jatim yang turut diperiksa KPK di Polda Jatim, Barung juga enggan berkomentar. "Yang kami tahu hanya Khofifah Indar Parawansa. Selebihnya silakan tanya KPK," ucapnya.

Sebelumnya, Romahurmuziy alias Romi tak menampik dirinya merekomendasikan Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil Kemenag Jawa Timur.

Tak hanya dirinya, Romi menyebut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ikut merekomendasikan Haris.

"Ibu Khofifah Indar Parawansa misalnya, beliau Gubernur terpilih, jelas-jelas mengatakan 'Mas Romi, percayalah dengan Haris, karena Haris ini pekerjaannya bagus'," ujar Romi mengulang kata-kata Khofifah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat 22 Maret 2019.

Romi menyebut, Khofifah mengetahui kinerja Haris. Khofifah juga mengatakan bila Haris yang terpilih, maka Kanwil Kemenag akan bersinergi dengan Pemprov Jatim.

"Sebagai Gubernur terpilih, beliau mengatakan, 'Kalau Mas Haris saya sudah kenal kinerjanya, sehingga ke depan sinergi dengan Pemprov itu lebih baik.'," kata Romi masih mengulang kata-kata Khofifah.

Dengan adanya rekomendasi dari Khofifah, Romi pun mengaku ikut menyampaikan jika Haris pantas menjadi Kakanwil Kemenag meski Haris sendiri sudah terkena sanksi disiplin.

"Yang saya lakukan meneruskan aspirasi sebagai anggota DPR, sebagai ketua umum partai pada saat itu. Bukan hanya di Kementerian Agama, tentunya, di lingkungan yang lain pun kalau menyampaikan kan biasa," kata dia.

 

2 dari 2 halaman

Respons Khofifah Atas Tudingan Romi

Pada kasus ini, KPK menetapkan Romi sebagai tersangka kasus dugaan suap pengisian jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). Romi diduga menerima suap sebesar Rp 300 juta terkait seleksi jabatan di lingkungan Kemenag tahun 2018-2019.

Sementara itu, Khofifah memberikan klasifikasi terkait pernyataan mantan Ketua PPP Romahurmuziy dalam kasus dugaan korupsi jual beli jabatan dilingkungan Kemenag Jawa Timur.

Dia menyatakan hendaknya ditanyakan lagi ke pihak Romi terkait namanya yang dikaitkan dengan jual beli jabatan di Kemenag Jawa Timur. 

"Sebaiknya tanyakan langsung ke Mas Romi kenapa kok sampai nama saya dikaitkan dengan kasus itu," kata Khofifah usai acara HUT Dekranasda ke 39 di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (23/3/2019).

Khofifah juga mengaku kaget ketika dinyatakan ikut terlibat dalam merekomendasikan Kepala Kanwil Kemenag Jatim Haris Hasanudin. “Sekali lagi saya nyatakan sebaiknya langsung tanya ke Mas Romi soal rekomendasi ini,” ucapnya.

Saat disinggung kenapa harus langsung menanyakan hal tersebut ke Romi, Khofifah mengaku takut ada orang lain yang mengatasnamakan dirinya dalam kasus ini. Dan ketika ditanya kapan terakhir bertemu dengan Romi, Khofifah mengatakan pada saat pelantikan di Istana Negara pada 13 Februari 2019 lalu.

Dia juga mengaku baru tahu belakangan ini jika Haris Hasanudin itu adalah menantu dari Roziqi. “Namun meskipun itu anak, atau menantu yang namanya open bidding ya tetap harus dilakukan. Misalnya tidak lolos ya tidak lolos dan begitu pula sebaliknya,” ujarnya. 

Khofifah menuturkan semua proses rekruitmen di semua kementerian di era Presiden Jokowi ini dilakukan melalui proses yang sudah ditentukan dan dilakukan oleh tim seleksi yang kredibel. “Semua kementerian akan membentuk tim seleksi kemudian membentuk panitia seleksi dan menggunakan assesment dalam melakukan seleksi pejabat,” ucapnya. 

Dia juga mengatakan siap memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jika diperlukan terkait kasus Romahurmuziy. “Sebagai warga negara yang baik saya akan selalu siap memenuhi panggilan KPK jika memang itu diperlukan,” ujarnya. 

Sedangkan Kiai Asep Saifuddin Halim yang merupakan seorang pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) besar di Jatim, membantah bahwa dirinya dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memberikan rekomendasi kepada tersangka dugaan korupsi korupsi Romahurmuziy alias Romi.

"Rekomendasi itu harus tertulis dan tidak ada saya memberikan rekomendasi tertulis," tuturnya di Surabaya, Jumat (22/3/2019) malam.

Saat disinggung mengenai rekomendasi Khofifah kepada Romi, Kiai Asep juga menjawab tidak ada rekomendasi. "Ya ndak," katanya.

Loading
Artikel Selanjutnya
KPK Periksa Bos Lippo Group James Riady Terkait Kasus Meikarta Besok
Artikel Selanjutnya
Kadis PUPR Medan Segera Diadili Terkait Kasus Suap Wali Kota