Sukses

Indah, Pemberdaya Penderita Kusta

Liputan6.com, Pasuruan: Tak bisa dipungkiri sampai saat ini stigma negatif terhadap penyakit kusta masih terus melekat di kalangan masyarakat. Namun, lain halnya dengan Ratna Indah Kurniawati. Perawat sekaligus ibu dua anak yang tinggal di Desa Cukur, Gondang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur ini, justru nekat menerobos stigma negatif tentang bahaya penyakit kusta.

Phobia atau ketakutan memang masih ada termasuk dari orang -orang terdekatnya. Termasuk Miftahul Ulum, sang suami tercinta. Meski begitu tak lantas menyurutkan semangat Indah untuk terus berjuang bagi kaum kusta. Terlebih di Kecamatan Grati dan sekitarnya ada puluhan orang terpapar penyakit kusta bahkan sampai mengalami kecacatan permanen yang disebabkan adanya keterbatasan pengetahuan dan kemiskinan.

Berbekal pendidikan formal sebagai lulusan ilmu keperawatan di STIKES Mojokerto tahun 2002 ditambah dengan pembekalan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Indah menyusuri perkampungan untuk mencari mereka yang selama ini mengucilkan diri atau dikucilkan warga akibat penyakit kusta.

Tanpa pamrih Indah menjalani hari demi hari bersahabat dengan penderita kusta. Tak hanya memutus mata rantai penyebaran kusta membawa penderita kembali ke tengah masyakarat juga bukan persoalan mudah.

Berkat kesabarannya melakukan pendekatan dengan aparat desa, Indah berhasil mendapat tempat untuk penyuluhan penyakit kusta di berbagai tempat. Seperti di balai desa, sekolah, termasuk di antaranya di pondok pesantren. Tujuannya hanya satu demi memperkecil angka penyebaran dan jumlah kasus penderita kusta serta melakukan pencegahan sedini mungkin.

Langkah untuk mengangkat martabat para penyandang penyakit kusta tidak hanya terhenti sampai di situ. Indah juga mengajarkan mereka berbagai keterampilan seperti merajut, menjahit dan membuat kerajinan. Hasil penjualan karyanya selain menambah pemasukan yang terpenting dapat menjauhkan mereka dari rasa minder.

Apa yang dirintis dan diperjuang Indah selama empat tahun mulai membawa pencerahan. Perlahan tapi pasti mereka para penderita kusta mulai bangkit dari keterpurukan. Lewat jiwa kewirausahaan mereka melawan stigma dan diskriminasi masyarakat.(IAN)

    Live Streaming EMTEK GOES TO CAMPUS 2018 di Surabaya

    Tutup Video