Sukses

Serangan di Sinak Papua, Tewaskan 7 Anggota TNI pada 2013

Liputan6.com, Jakarta - Kamis 21 Februari 2013 meninggalkan duka mendalam bagi jajaran TNI. Tujuh anggota mereka tewas dalam serangan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kampung Tanggulinik, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua.

Sejarah Hari Ini (Sahrini) Liputan6.com merangkum, kisah pilu ini bermula saat 10 anggota Koramil Sinak Kodim 1714/Puncak Jaya akan menuju Bandara Sinak untuk mengambil radio kiriman dari Nabire. Namun, di tengah jalan, rombongan militer ini diadang gerombolan KKB. Baku tembak pun tak terelakkan. Nahas, tujuh anggota TNI gugur dalam peristiwa tersebut. Mereka adalah Sertu Ramadhan, Sertu M Udin, Sertu Frans, Sertu Edi, Praka Jojon, Praka Wemprik dan Pratu Mustofa.

Kemenko Polhukam saat itu, Djoko Suyanto langsung memerintahkan jajaran aparat keamanan di Papua, baik Kodam XVII/Cenderawasih, Polda Papua dan aparat intelijen untuk menangkap pelakunya.

Namun, kondisi geografis Papua dengan hutan yang lebat, gunung-gunung, tebing yang curam, serta tidak adanya jalur transportasi menjadi kendala aparat keamanan melakukan pengejaran.

Djoko menyakini pelaku penyerangan adalah kelompok Murib yang kerap beraksi di wilayah tersebut.

Serangan yang menewaskan tujuh anggota TNI tersebut hanya berselang satu jam dari serangan serupa di Papua.

Pos Satgas TNI di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, diserbu kelompok bersenjata. Akibatnya satu anggota TNI bernama Pratu Wahyu Bowo tewas. Dia meregang nyawa meningal akibat luka tembak pada dada dan leher.

Satu korban lain yang mengalami luka bernama Lettu Inf Reza (Danpos Satgas) mengalami luka tembak pada lengan kiri.

2 dari 3 halaman

Terburuk Sejak 2006

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengakui serangan yang menewaskan total 8 anggota TNI tersebut,  merupakan yang terburuk. Sebab, jumlah korban mencapai belasan orang. Selain 8 anggota TNI, serangan di dua tempat di Papua itu juga menewaskan 4 warga sipil.

"Kalau dari data 2006, ini bisa dibilang terburuk. Saya enggak tahu persis, tapi dari data yang ada selama ini cuma satu dua. Saya kira ini terburuklah dari beberapa tahun lah," kata Agus di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat 22 Februari 2013.

Agus mengaku belum mengetahui jenis senjata yang digunakan kelompok bersenjata tersebut. 

"Belum terima laporan jenis senjata, tapi bisa-bisa M-16 juga itu, tapi saya belum berani ngomong ya, karena peluru dan sebagainya belum diperiksa," lanjutnya.

Agus menerangkan Tingginambut, yang berjarak 20 Km dari Kota Mulia, Puncak Jaya merupakan daerah r awan. Di daerah itu terdapat markas kelompok bersenjata.

Daerah lainnya, Sinak, Puncak, Papua juga tak kalah rawan.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

MRT Segera Terintegrasi dengan Transjakarta
Loading
Artikel Selanjutnya
HUT ke-73 Korps Polisi Militer Angkatan Laut, TNI Diingatkan Netral Saat Pemilu
Artikel Selanjutnya
Pemerintah Kaji Rencana Perwira TNI dan Polri Masuk Pemerintahan