Sukses

Beredar Kabar Grab Dikuasai Gibran Rakabuming, Ini Faktanya!

Liputan6.com, Jakarta - Pebisnis kuliner Gibran Rakabuming disebut diam-diam menguasai aplikasi ride-hailing Grab. Kabar tersebut terkuak lewat sebuah pesan WhatsApp yang beredar.

Pengirim pesan cemas karena isu Gibran kuasai Grab sudah tersebar di kalangan pengendara umum, bahkan Grab dianggap singkatan dari Gibran Rakabuming. Sang pengirim pesan pun berusaha menjelaskan kabar itu tidak benar.

Berikut isi pesannya, penjelasan dalam kurung diberikan agar konteks lebih jelas.

Kabar Gibran Rakabuming kuasai Grab. Dok: Liputan6.com

"Pak, ini kisah saya tadi pagi. Saya naik taxi Blue Bird. Sopir cerita sekarang transportasi dikuasai Grab. Punya anak Pak Jokowi.

(Pengirim pesan berusaha menjelaskan) Bukan pak, Anak Pak Jokowi bisnisnya kuliner.

(Kemudian dibalas oleh sopir) Transport juga, bu. Gojek juga sudah dibeli. Kita susah cari makan, semua dikuasai anak Jokowi.

(Pengirim pesan bertanya sumber) Wah, Bapak info darimana?

(Sopir membalas) Banyak yang bilang. Kalau ibu naik taksi lain coba ibu tanya. Sopir angkot juga. Semua bilang begitu. Grab singkatannya kan nama anaknya Gibran Raka Buming.

Saya coba jelaskan juga enggak mempan. Sepertinya ada yang menebar racung di kalangan sopir bus, sopir angkot, ojek pangkalan."

Jika dilihat isi percakapan, pihak yang menyebar kabar tersebut hanya mendapatkan info dari kabar burung semata. Sebetulnya siapa pemilik Grab dan bagaimana keterlibatan Gibran Rakabuming?

2 dari 2 halaman

Klarifikasi Grab

Saat dikonfirmasi Liputan6.com terkait kabar Grab milik Gibran putra Presiden Jokowi, juru bicara Grab Indonesia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menelan mentah-mentah informasi yang beredar tersebut.

"Jika masyarakat menerima peredaran informasi yang melibatkan mitra pengemudi dan penumpang Grab, kami sarankan masyarakat untuk selalu mengecek kebenaran informasi tersebut sebelum meneruskannya ke pihak lain dengan meneruskan ke tim Layanan Pelanggan kami untuk segera ditindaklanjuti. Layanan konsumen Grab dapat dihubungi 24/7 di +6221 8064 8777 untuk merespons segala bentuk pertanyaan baik dari penumpang maupun mitra pengemudi," demikian keterangan Grab.

Menurut penelusuran Liputan6.com, Grab didirikan pria asal Malaysia bernama Anthony Tan.  Dia adalah lulusan dari Harvard Business School, Amerika Serikat seperti Nadiem Makarim, pendiri Go-Jek.

Bersama teman sekelasnya di Harvard, Tan Hooi Ling, ia mendirikan Grab, yang sebelumnya bernama MyTeksi dan GrabTaxi, pada Juni 2012. Hingga kini, Anthony Tan masih menjabat sebagai CEO. Namanya juga masuk dalam daftar orang terkaya di Negeri Jiran.

Dalam dua tahun terakhir, Grab berhasil menarik investor dari perusahaan terkemuka dunia. Apakah ada nama Markobar atau Chili Pari milik Gibran?

Melansir Tech Crunch, nama perusahaan yang berinvestasi di Grab per 2018 adalah Toyota, OppenheimerFunds, Naver Asia Growth Fund, dan berbagai perusahaan global lainnya. SoftBank asal Jepang dan Didi Chuxing asal China juga termasuk investor besar di Grab, bahkan rencananya SoftBank ingin menambah investasi USD 1 miliar tahun ini.

Uber yang keluar dari Asia Tenggara turut menjadi pemegang saham di Grab sebesar 27,5 persen. Nama Markobar, Chilli Pari maupun Gibran sama sekali tidak muncul dalam daftar investor Grab.

Ada pula tuduhan anak Jokowi menguasai Go-Jek. Namun, Reuters menyebut perusahaan milik Nadiem Makarim itu mendapatkan investasi dari Google dan Temasek. Perusahaan ausransi Allianz asal Jerman juga ikut menjadi menyuntik dana. Sekali lagi, tak ada nama Gibran sebagai salah satu investor.

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Grab Indonesia Berangkatkan 74 Mitra Driver Umroh dan Piknik di Turki
Artikel Selanjutnya
Perjuangan Ibu Tunggal Tuntut Grab Usai Dipecat Sepihak