Sukses

IPW: Kenapa Pemakai Jasa VA Diistimewakan Polisi?

Jakarta - Polisi diminta tidak diskriminatif dalam menangani kasus prostitusi online yang melibatkan artis VA. Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane heran mengapa pengusaha pemakai jasa aktris FTV itu tak ikut ditampilkan.

Di menilai, si pemakai jasa VA seakan dilindungi polisi karena tidak diekspos seperti sang aktris.

"Sikap diskriminasi polisi dalam kasus VA sangat mencolok dan polisi lebih berpihak pada lelaki pemakai VA, seharusnya polisi juga menampilkan si lelaki dan tidak hanya memojokkan VA," kata Neta kepada JawaPos.com, Senin (7/1/2019).

Karena itu dia berharap polisi segera mengekspos pemakai jasa VA. "Jika tidak publik akan curiga, ada apa polisi dengan si penyewa, kenapa si penyewa begitu diistimewakan polisi dan begitu mudahnya polisi mempermalukan VA ke publik," tegas Neta.

Sekadar informasi kasus prostitusi online ini terungkap ketika VA ditangkap di sebuah hotel di Surabaya, Sabtu 5 Januari 2019 pukul 12.30 WIB.

2 dari 3 halaman

Pengusaha Kaya Raya

Kasubdit Cyber Crime Kriminal Khusus Polda Jatim AKBP Harissandi mengatakan, pengguna jasa VA adalah seorang pengusaha kaya raya asal Surabaya dengan inisial R. Pengusaha kaya raya asal Surabaya berusia 45 tahun itu diketahui memiliki berbagai jenis usaha. Salah satunya bergerak di bidang jasa.

Ketika ditanya lebih lanjut soal identitas pemesan jasa VA, AKBP Harissandi enggan menjawabnya. Namun yang pasti, katanya, pengusaha berinisial R itu langsung dipulangkan kemarin, saat dibekuk bersama VA, AS, dan dua orang muncikari.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tas Mencurigakan Dilempar ke Gerbang Polres Bengkulu

Tutup Video
Loading
Artikel Selanjutnya
Berani Bayar Rp 80 Juta, Pengusaha yang Memesan Artis VA Bergerak di Bidang Jasa
Artikel Selanjutnya
Sempat Dipulangkan, Artis VA Bakal Kembali Jalani Pemeriksaan di Polda Jatim