Sukses

Bamsoet: Berapa pun Biayanya, DPR Dukung TNI-Polri Kejar OPM

Liputan6.com, Jakarta Ketua DPR Bambang Soesatyo berharap TNI dan Polri bisa segera pencari pelaku pembunuhan 20 pekerja proyek pembangunan jembatan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. DPR, kata dia, akan mendukung pembiayaan yang diperlukan oleh TNI-Polri untuk mencari pelaku.

"Sehingga kali ini enggak boleh main-main dan tidak boleh hal sepele kerahkan seluruh kekuatan yang ada. Berapa pun biayanya, DPR akan mendukung gabungan pasukan TNI-Polri untuk memburu pelaku gerombolan bersenjata yang diduga OPM," kata Bambang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/12/2018).

Pria yang akrab disapa Bamsoet ini juga meminta TNI dan Polri tidak lembek dalam mengatasi kasus pembunuhan di Papua. Sebab, kejadian tersebut bukanlah yang pertama kali.

"Sama suara kami dari DPR bahwa kami kita minta TNI dan Polri tidak lembek menghadapi ini, karena ini bukan kejadian yang pertama. Ini di tempat yang sama terjadi hal yang sama," ucapnya.

Terkait perbedaan pandangan soal pelaku penembakan, Bamsoet merasa hal itu tidak perlu diperdebatkan. Bagi dia, yang terpenting TNI dan Polri bisa segera menangkap pelaku dan membawanya ke ranah hukum.

"Yang penting ini sikap dulu aja, ini suatu tindakan brutal penindasan atas nama kemanusiaan, enggak perlu terjebak dalam perdebatan KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) dan OPM (Organisasi Papua Merdeka). TNI-Polri fokus pada perburuan pelaku dan menyeretnya ke pengadilan jika ada perlawanan hadapi dengan ketegasan," ucapnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menyebut korban pembunuhan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, sebanyak 20 orang. Rinciannya 19 orang pekerja pembangunan jembatan dan 1 lainnya anggota TNI.

"Informasi sementara adalah 20 orang. Sebanyak 19 pekerja dan 1 anggota TNI yang gugur," jelas Tito saat memberikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Reporter: Sania Mashabi

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Artikel Selanjutnya
Ada Telepon Gelap Sebelum Peristiwa Penembakan di Nduga Papua
Artikel Selanjutnya
Hakim Ditangkap, Ketua DPR Minta KY Perketat Pengawasan