Sukses

Tuntut Kemerdekaan Papua di Sejumlah Daerah Berlangsung Ricuh

Bentrokan nyaris terjadi saat mahasiswa Papua di Surabaya membentangkan poster berisi kalimat anti NKRI.

Liputan6.com, Surabaya - Aksi unjuk rasa menuntut kemerdekaan Papua yang berlangsung di sejumlah daerah, berlangsung ricuh. 

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Minggu (2/12/2018), di Surabaya, Jawa Timur, bentrokan nyaris terjadi antara ratusan mahasiswa Papua yang menggelar demo dengan sejumlah ormas yang menolak kemerdekaan Papua.

Polisi berusaha menahan serbuan ratusan massa ormas berbaju loreng yang berusaha membubarkan demo di depan Gedung RRI di Jalan Pemuda, Surabaya, Sabtu pagi kemarin. 

Bentrokan juga nyaris terjadi saat mahasiswa Papua membentangkan poster berisi kalimat anti NKRI. Beruntung bentrokan bisa dicegah setelah polisi memasang barikade dan memisahkan kedua kelompok.  

Di Makassar, Sulawesi Selatan, bentrokan juga nyaris terjadi saat unjuk rasa mahasiswa Papua dibubarkan paksa oleh sejumlah ormas. Aksi mahasiswa yang menamakan diri Front Rakyat Indonesia untuk Papua Barat dituding bisa mengancam keutuhan NKRI.  

Beruntung, polisi yang sejak awal menjaga unjuk rasa langsung mengadang para anggota ormas yang hendak melakukan pembubaran.  

Sementara di Ternate, Maluku Utara, demo ratusan aktivis yang tergabung dalam Front Rakyat Indonesia untuk Papua Barat, dibubarkan paksa oleh polisi.  Pendemo yang menuntut pembebasan dan kemerdekaan Papua, menolak dibubarkan hingga kericuhan pun tidak dapat dihindarkan.  

Namun, aksi demo di depan Pasar Higienis, Kelurahan Gamalama, Ternate, akhirnya berhasil dikendalikan.  

Seluruh pengunjuk rasa selanjutnya dibawa ke Mapolres Ternate untuk pemeriksaan lanjutan. Polisi menyatakan, demo dibubarkan karena tuntutan kemerdekaan Papua tidak sesuai dengan NKRI. (Karlina Sintia Dewi)