Sukses

Warga Apartemen Kalibata City: Lebih Banyak Hal Positif Ketimbang Negatif

Liputan6.com, Jakarta - Kasus pembunuhan dan mutilasi yang ramai diberitakan beberapa pekan terakhir membuat warga Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan geram. Pasalnya, aksi sadis itu dilakukan di wilayah Pasar Baru, Jakarta Pusat, namun warga Apartemen Kalibata City terkena dampak negatifnya.

“Pelaku melakukan aksinya itu di Pasar Baru, dan menitipkan di salah satu unit Kalibata City. Rencananya pelaku mau mengubur di Depok tapi ketahuan polisi duluan. Hal itu juga sudah dirilis oleh kepolisian, tapi pemberitaan yang muncul justru banyak negatif ke Kalibata City,” kata Syachrul, salah satu penghuni Tower Damar, Apartemen Kalibata City, Kamis (1/10/2020).

Meskipun bukan kali ini saja tempat tinggalnya menjadi headline pemberitaan media massa, Syahrul mengaku tetap nyaman dengan lingkungan Kalibata City. Menurutnya, publik hanya melihat ketika terjadi suatu kasus saja. Padahal, kata dia, banyak sisi positif lain yang ada di lingkungannya.

Syahrul merasa memiliki keluarga baru yang sangat solid sejak tinggal di Apartemen Kalibata City pada 2011 lalu. Menurutnya rasa kekeluargaan antarpenghuni ini sulit didapat apabila tinggal di apartemen lainnya.

“Kalau di apartemen lain mungkin individulitasnya tinggi, tapi di sini tidak,” ujarnya.

Salah satu buktinya, warga Kalibata City banyak memiliki komunitas, mulai dari komunitas religius, komunitas sosial, komunitas hewan peliharaan, hingga komunitas berdasarkan hobi seperti catur, tenis meja, futsal, renang, senam, dan lainnya.

Syachrul mengatakan, sudah 7 tahun berturut-turut sebelum pandemi Covid-19, warga apartemen Kalibata City memiliki beragam kegiatan di setiap komunitas-komunitas tersebut.

Tidak hanya itu, berbagai fasilitas yang ada di kawasan tempat tinggalnya juga membuat berbagai kebutuhan para penghuni mudah didapat. Begitu pun dengan sarana moda transportasi mulai dari stasiun kereta listrik (KRL), shelter ojek online, hingga halte Transjakarta.

“Dulu ada tetangga saya pindah ke rumah tapak di pinggir Jakarta, setelah setahun dia balik lagi ke sini. Saya tanya kenapa balik lagi, dia jawab lebih enak di Kalibata City karena semua ada di sini. Kalau lapar tengah malam, tinggal turun ke bawah masih ada warung makan yang buka,” cerita Syachrul yang juga menjabat sebagai Ketua Komunitas Tenis Meja dan Futsal di Kawasan Kalibata City.

 

2 dari 3 halaman

Perketat Keamanan

Rudi, penghuni Kalibata City lainnya menambahkan, rasa kepedulian tidak hanya terjalin antarpenghuni apartemen, tetapi juga lingkungan sekitar. Misalnya pada saat Ramadan, penghuni selalu mengadakan buka puasa bersama anak yatim dan memberikan sembako, baik kepada warga sekitar, maupun kepada para penjaga keamanan, office boy, engineering, dan lainnya.

“Begitu pun pada saat natalan. Jadi hubungan antaragama di Kalibata City ini terjalin dengan sangat baik. Acara Agustusan dan donor darah juga rutin kami lakukan,” ujarnya.

Oleh karenanya, para penghuni apartemen Kalibata City menyayangkan jika ada oknum atau pihak yang membuat citra Kalibata City menjadi negatif.

“Di sini ada 18 tower yang di dalamnya total ada 13.580 unit. Jika satu unit diisi oleh dua orang saja, berarti ada 26 ribu jiwa, dan itu banyak sekali. Satu kejadian oleh oknum bisa merusak citra seluruhnya. Padahal masih banyak hal-hal positif yang tidak terekspose,” tegasnya.

General Manager Apartemen Kalibata City Ishak Lopung mengungkapkan, pascakejadian beberapa pekan lalu, pihaknya semakin memperketat keluar masuk orang yang bukan penghuni.

Selain untuk menjaga keamanan dan kenyamanan para penghuni, pengetatan itu juga dilakukan agar tidak ada lagi kejadian yang berpotensi mencoreng nama baik Apartemen Kalibata City.

“Sekuriti akan lebih aktif menanyakan dan mengawasi dengan seksama. Kami juga akan black list, agen-agen properti yang kedapatan menyewakan (unit apartemen) harian,” tegas Ishak.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: