Sukses

Prabowo: Kritik Penting, Jangan Diartikan Cari-Cari Kesalahan Pemerintah

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto merasa kritiknya kepada pemerintah kerap disalahartikan sebagai bentuk memaki pemerintah. Menurut dia, sebagai partai oposisi, dirinya wajar mengawasi kebijakan pemerintah.

"Kritik itu bagi saya penting, jangan diartikan memaki, menghardik, mencari-cari kesalahan. Dalam kehidupan demokrasi, dialektika itu justru baik," ucap Prabowo di Jalan Widya Chandra IV, Senin (25/6/2018).

Probowo menyebut, bahwa kritik yang disampaikannya  berdasarkan data. Salah satu kritik yang disampaikan Prabowo salah satunya terkait penghasilan masyarakat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diterbitkan pada September 2017 lalu, kata Prabowo, tercatat ada sekitar 26 juta masyarakat Indonesia masuk dalam kategori miskin. Penghasilan perbulan dalam kategori ini sekitar Rp 387 ribu.

1 dari 2 halaman

Hampir Miskin

Kemudian, sebanyak 69 juta masyarakat lainnya masuk ke dalam kategori hampir miskin. Rata-rata penghasilan dalam kategori ini sekitar Rp 580 ribu.

"Bayangkan ada rakyat kita yang hidup dengan Rp 387 ribu. Kalau yang hampir miskin Rp 580 ribu," jelas Prabowo.

Salah satu hal yang membuat Indonesia berada di peringkat teratas, yakni terkait keberadaan satwa. Probowo menuturkan Indonesia berada diperingkat satu dalam hal banyaknya satwa yang punah.

"Ini kita nomor 1 jumlah spesies binatang mamalia yang terancam punah," imbuhnya.

 

*Pantau hasil hitung cepat atau Quick Count Pilkada 2018 untuk wilayah Jabar, Jateng, Jatim, Sumut, Bali dan Sulsel. Ikuti juga Live Streaming Pilkada Serentak 9 Jam Nonstop hanya di Liputan6.com.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Artikel Selanjutnya
Peringkat Sepak Bola Indonesia Rendah, Prabowo Ogah Nonton Piala Dunia
Artikel Selanjutnya
Prabowo: Saya Bagian Orde Baru Tapi Tak Ragu Mengkritik