Sukses

Ini 5 Kriteria Cawapres dari PPP untuk Jokowi

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy menyatakan sebagai partai pendukung Joko Widodo atau Jokowi, pihaknya juga memiliki beberapa kriteria sosok yang tepat untuk pendamping mantan Gubernur DKI Jakarta itu di Pilpres 2019.

Menurut dia, hal pertama yang dibutuhkan Jokowi adalah pendamping yang dapat memastikan NKRI tetap terpelihara. Apalagi Indonesia terbagi menjadi dua kelompok besar, yakni nasionalis dan agamis.

Pria yang biasa disapa Romi ini menyebut dua kelompok besar itu juga terefleksikan dalam pimpinan di Indonesia sejak lama, seperti Sukarno-Hatta, kemudian Gus Dur-Megawati, Megawati-Hamzah, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY- Jusuf Kalla (JK) dan Jokowi-JK.

"Narasi besar NKRI terbagi ke dalam dua kelompok besar, yaitu nasionalis dan agamis. Itu pun selalu terefleksikan di dalam pemimpin-pemimpin nasional kita," kata Romi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 13 Maret 2018..

Untuk kriteria kedua, dia mengatakan mantan Wali Kota Surakarta ini membutuhkan calon wakil presiden atau cawapres yang memiliki sensitivitas terhadap dunia dan generasi milenial. Sebab, sebanyak 40 persen pemilih pada Pilpres 2019 merupakan anak muda.

"Mereka memiliki gaya komunikasi yang berbeda jauh dengan baby boomers, sehingga ini memerlukan sensitivitas, kalau dari generasi itu akan lebih mudah," ucap dia.

 

1 dari 2 halaman

Kriteria Ketiga

Kriteria ketiga, yaitu sosok yang memiliki kompetensi intelektual atau orang yang memiliki pengalaman seperti di legislatif, eksekutif, ataupun keduanya.

Selanjutnya yang keempat, dia mengatakan pendamping Jokowi dapat mengurangi ujaran kebencian.

"Pak Jokowi sebagai rezim anti-Islam terus ditiupkan oleh lawan politik. Oleh karena itu, figur agamis yang milenial sangat diperlukan," ucap dia.

Tak hanya itu, Romi juga menyatakan cawapres itu harus saat melanjutkan visi dan misinya, sehingga irama kerjanya harus sama. Untuk kriteria terakhir, sosok itu harus satu hati dengan Jokowi.

"Artinya ini soal kecocokan, kebiasaan, dan apakah Beliau satu hati tidak dengan orang tersebut," Romi menandaskan.

Artikel Selanjutnya
Sekjen Nasdem Sebut Jokowi Telah Kantongi Nama Cawapres 2019
Artikel Selanjutnya
Sekjen PPP Akui 40 Persen Kader Belum Dukung Jokowi