Sukses

Cara Dishub DKI Kurangi Macet Kawasan MH Thamrin

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Sigit Wijatmoko mengungkapkan, terjadi peningkatan volume kendaraan akibat dicabutnya larangan motor melintas di Jalan MH Thamrin. Namun dia menyebut hal tersebut tidak berimbas pada kemacetan parah.

"Sejauh ini relatif masih bukan kemacetan parah," ucap Sigit di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu 14 Februari 2018. 

Untuk mencegah terjadinya kemacetan parah, Dishub DKI sudah menyiapkan strategi. Salah satunya mengedukasi masyarakat mengenai jalur yang membedakan jenis kendaraan.

"Kita mengedukasi masyarkat dengan konsisten jalur," sebutnya.

Selain mengedukasi masyarakat, upaya lainnya adalah dengan meningkatkan penegakan hukum di kawasan tersebut.

Contohnya dengan menilang kendaraan yang melintasi jalur yang bukan diperuntukan bagi jenis kendaraannya.

"Kita dari mulai seminggu diterapkan penegakan hukumnya, dengan tilang, itu sudah ada 800 lebih kendaraan ditilang," ujar Wakadishub DKI Sigit.

 

2 dari 2 halaman

Jalan Berbayar

Ke depannya, kata Sigit, Pemprov DKI akan menerapkan jalan berbayar yang diharapkan dapat lebih efektif mengurai kemacetan.

Diketahui, sepeda motor diperbolehkan kembali melintasi kawasan MH Thamrin berdasarkan putusan dari Mahkamah Agung yang membatalkan Peraturan Gubernur DKI Nomor 195 Tahun 2014 terkait pembatasan lalu lintas sepeda motor di Jalan MH Thamrin.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Macet Berbahaya Bagi Jantung Manusia, Ini Penjelasannya
Artikel Selanjutnya
Bekasi Diprediksi Bebas Macet pada 2023