Sukses

Jepang Berterima Kasih kepada Indonesia

Liputan6.com, Jakarta: Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang Muhammad Lutfi pada Jumat pekan silam telah menyerahkan bantuan dana sebesar US$ 2 juta kepada pemerintah Jepang. Demikian pernyataan siaran media dari Kedutaan Besar Jepang di Jakarta pada Senin (21/3).

Wakil Menteri Luar Negeri Jepang Yutaka Banno hadir pada acara tersebut dan berdialog dengan Dubes Lutfi. Serta, tiga orang perwakilan dari Tim Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TSRCPB) Indonesia.

Penyerahan tersebut diawali dengan penyampaian ungkapan belasungkawa oleh Lutfi terhadap bencana gempa bumi sekuat sembilan skala Richter yang memicu tsunami di lepas pantai Pasifik wilayah Tohoku. Dubes Lutfi sekaligus memberitahukan kedatangan TSRCPB pada Jumat lalu dan persiapan oleh Indonesia bagi semua bantuan yang dibutuhkan negeri tersebut.

Menanggapi hal itu, Banno menyampaikan ucapan terima kasih atas ungkapan belasungkawa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan rakyat Indonesia serta bantuan kemanusiaan dan logistik yang telah dikirim. Selain itu, Banno juga menyampaikan terima kasih kepada Dubes Lutfi atas penjaminan keamanan rakyat Indonesia yang berada di lokasi bencana di Jepang.

Lebih jauh Banno mengatakan, pemerintah Jepang pasti akan mengatasi krisis bencana dahsyat yang berskala dunia dan sekali lagi akan bekerja sama bergandengan tangan dengan setiap negara.

Sehubungan dengan Latihan Penanggulangan Bencana Forum Kawasan ASEAN (ARF DiREx) yang diselenggarakan oleh Jepang dan Indonesia, Banno mengatakan bahwa negaranya ingin bekerja sama dengan Indonesia. Termasuk, negara-negara di kawasan tersebut dalam menangani bencana alam.

Selain bantuan dana, pemerintah Indonesia juga memberikan 10 ribu selimut dan mempersiapkan bantuan air mineral sebanyak 35 ribu botol berukuran 1,5 liter kepada para korban bencana.

Negeri Matahari Terbit telah dilanda gempa bumi berkekuatan sembilan skala Richter yang memicu tsunami di wilayah timur laut dan peringatan siaga tsunami di wilayah Pasifik. Sejumlah media mengabarkan korban tewas hingga saat ini mencapai 8.450 jiwa dan korban hilang sebanyak 12.931 orang.(ANS/Ant)