Sukses

DPR Akan Gelar Paripurna hingga Rapim Bahas Ketua Dewan

Liputan6.com, Jakarta - DPR akan menggelar rapat paripurna pertanda awalnya masuknya masa sidang. Dalam rapat paripurna nanti, akan ada pembacaan pidato oleh Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPR RI Fadli Zon. Sebab hingga saat ini, belum terdapat sosok pengganti dari Ketua DPR sebelumnya yakni Setya Novanto.

"Nanti hanya membaca surat dan pidato dari ketua DPR pertanda awalnya masa sidang, terutama awal masa sidang di awal tahun," Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (9/1/2018).

Dia menjelaskan, belum terdapat surat masuk dari Partai Golkar untuk pergantian Ketua DPR. Sehingga saat rapat pimpinan setelah rapat paripurna, belum dapat membahas akan hal itu.

Fahri mengimbau agar segera mungkin terdapat pengganti pimpinan DPR. Sebab, akan terdapat banyak pembahasan yang perlu disepakati.

"Tentu kita akan tetap rapat pimpinan nanti siang habis paripurna untuk menyampaikan kembali pesan, bahwa memang sebaiknya Ketua DPR tidak boleh terlalu lama di pelaksana tugas," jelas Fahri. 

Di lokasi yang sama, Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto juga menyatakan, rapat paripurna akan menyampaikan pembukaan masa sidang dan pembacaan beberapa surat yang masuk di DPR.

"Jadi kita melaksanakan agenda yang sudah tertera yaitu pembukaan masa sidang dan pembacaan surat yang masuk saja," kata Agus.

 

 

1 dari 2 halaman

Siapa Calon Ketua DPR?

Beberapa nama anggota DPR Fraksi Partai Golkar muncul untuk dicalonkan sebagai Ketua DPR RI menggantikan Setya Novanto yang ditahan KPK karena kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

Antara lain Bambang Soesatyo, Agus Gumiwang, Azis Syamsuddin, Zainuddin Amali, Ridwan Hisyam dan lainnya.

Namun, kabarnya yang menguat dua nama yaitu Bambang Soesatyo yang sekarang menjadi Ketua Komisi III DPR dan Agung Gumiwang selaku Sekretaris Fraksi Golkar.

Anggota Komisi III DPR, Jazilul Fawaid menilai sosok Bambang Soesatyo (Bamsoet), yang saat ini memimpin Ketua Komisi III dianggap layak menjadi Ketua DPR RI men menggantikan Setya Novanto.

"Bagus," kata Jazilul di Jakarta, Rabu (3/1/2018).

Anggota Fraksi PKB DPR ini mengatakan untuk kursi Ketua DPR merupakan hak dari Golkar sesuai dengan Undang-undang MD3, sehingga tidak bisa mencampuri urusan internal mereka.

Di samping itu, Jazilul menambahkan siapa pun yang disebut-sebut sebagai calon Ketua DPR dari kader Golkar seperti Bambang Soesatyo, Agus Gumiwang Kartasasmita, Azis Syamsuddin dan lainnya tentu layak untuk mengisi kursi tersebut.

"Semua layak, Golkar banyak stok kader kok," ujar dia.

Pengamat Politik dari KedaiKopi, Hendri B Satrio mengatakan Partai Golkar lebih mengetahui sepak terjang Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo dan nama lainnya yang dicalonkan sebagai Ketua DPR menggantikan Setya Novanto.

Perkara itu Bambang Soesatyo atau nama lainnya, menurut saya Golkar lah yang lebih mengerti," kata Hendri saat dihubungi, Senin (8/1/2018).

Menurut Satrio, pemerintah akan diuntungkan bermitra dengan Ketua DPR RI yang berasal dari Golkar.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Artikel Selanjutnya
Soal Gedung Baru DPR, Bamsoet: Kita Tinggal Tunggu Jawaban Presiden
Artikel Selanjutnya
Ketua DPR Surati Pemerintah Soal Kepastian Gedung Baru‎