Sukses

Terus Hujan Abu, Petani Panen Lebih Awal

Liputan6.com, Magelang: Aktivitas Gunung Merapi masih berlangsung dengan intensitas cukup tinggi pada Sabtu (13/11). Data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tercatat Merapi mengalami Gempa Tremor dan gempa guguran. Namun demikian, intesintas Merapi relatif menurun dibandingkan hari sebelumnya. Status Merapi pada tingkat Awas pun masih berlaku.

Akibat letusan Merapi berupa awan panas membuat sejumlah kawasan dilanda hujan abu. Guyuran hujan abu membuat sektor pertanian sangat terpuruk. Ribuan hektare perkebunan salak pondoh dan sayur-sayuran rusak. Dan juga sawah yang menanam padi. Tak sedikit warga yang memanen padinya lebih cepat meski belum waktunya. Mereka takut padi jadi rusak jika Merapi meletus lagi.

Kondisi ini bisa dipastikan berdampak buruk pada warga. Kekurangan pangan dikhawatirkan melanda warga yang tinggal di lereng Merapi. Banyaknya lahan yang rusak akibat letusan Merapi, diperlukan dana pemulihan yang tidak sedikit. Waktu pemulihan juga lebih panjang mengingat hingga kini abu vulkanik masih terus mengguyur sejumlah wilayah di lereng Merapi.(JUM)
    Loading