Sukses

Tradisi <i>Nyadran</i> Jelang Ramadan

Liputan6.com, Tumenggung: Setiap menjelang Ramadan, warga Desa Kembangsari, Kandangan, Temanggung, Jawa Tengah, menyelenggarakan tradisi Nyadran sebagai ungkapan rasa syukur. Tradisi ini diawali dengan Kirab Pusaka Parang Joyo Kesumo berkeliling desa yang dipimpin oleh kepala desa setempat. Sambil berkeliling desa, warga membawa tumpeng berukuran besar yang disebut Tumpeng Robyong, beserta sejumlah sesaji dan kambing yang akan dipotong.

Begitu sampai di makam keramat, Pusaka Parang Joyo Kesumo diserahkan kepala desa kepada sesepuh yang akan mengawali proses penyembelihan kambing. Sebanyak 115 ekor kambing yang akan dipotong dibawa oleh warga yang melakukan nazar. Setelah dipotong, daging kambing tersebut dimasak oleh ibu-ibu di areal pemakaman.

Sambil menunggu memasak daging kambing, ratusan warga yang datang ke prosesi ritual langsung berebut gunungan berisi hasil bumi dan aneka jajan pasar serta buah-buahan. Tidak hanya kaum laki-laki, perempuan dan anak-anak pun ikut berebut. Bahkan, setelah gunungan tumpah, mereka tetap mengais di tanah. Sejumlah warga mempercayai isi gunungan akan membawa berkah.

"Tradisi ini telah berlangsung sejak zaman nenek moyang. Makam leluhur, yakni makam Kyai Bogowonto dan Nyi Bogowonto ini sering menjadi tempat ziarah. Jika doa terkabul, warga bernazar akan menyembelih kambing. Peziarah datang dari berbagai daerah seperti Kalimantan, Jakarta, dan lain-lain," ujar Kepala Desa Kembangsari Sutiyo.

Tradisi Nyadran di desa Kembangsari ini digelar setiap dua tahun sekali menjelang bulan Ramadan. Seluruh proses Nyadran berada di areal pemakaman. Warga tidak ada yang berani memasak di rumah karena dipercaya akan mendatangkan sengkala atau bencana.(MRQ)
    MRT Segera Terintegrasi dengan Transjakarta
    Loading