Sukses

Pelesir di Kampung Batik Laweyan

Liputan6.com, Solo: Sejak mendapat pengakuan dunia, industri batik tanah air tumbuh subur dan berkembang. Para perajin batik di berbagai daerah pun terus berkarya demi melestarikan warisan budaya bangsa ini. Salah satu kumpulan perajin tersebut berasal dari Kampung Batik di Laweyan, Solo, Jawa Tengah.

Di kampung yang sudah berusia 350 itu, para pembatik memproduksi batik secara turun-temurun. Ahli batik, Gunawan Nizar, mengatakan para pekerja di Kampung Batik Laweyan ini merupakan generasi ketiga dari sang pendiri usaha. Sementara Laweyan itu sendiri berasal dari kata lawe yang berarti benang.

Para pekerja memiliki target membuat sepuluh meter kain batik dalam satu hari. Tak hanya didominasi kaum tua, beberapa pembatik muda pun terlihat menekuni usaha batik ini. Mereka mengaku terjun ke bisnis ini karena mengikuti jejak orangtua yang juga pembatik. Selain batik, Kampung Batik Laweyan juga menyimpan kekayaan arsitektur Jawa kuno.(WIL/YUS)