Sukses

Warga NTB Mengaku Nabi

Liputan6.com, Mataram: Amaq Bakri (60), warga Nusa Tenggara Barat, mengaku sebagai nabi setelah Nabi Muhammad SAW. Bahkan ia juga mengaku telah melakukan mi`raj. Pengakuan Amaq Bakri itu mengundang keresahan warga.

Terkait dengan itu, Ketua Mejelis Ulama Indonesia (MUI) Nusa Tenggara Barat Prof. H. Syaiful Muslim meminta pemerintah, agar segera menghentikan ajaran yang disebarkan oleh Amaq Bakri. Muslim juga mendesak, agar Amaq Bakri mencabut pernyataannya sebagai nabi untuk menghindari amuk massa.

"Itu merupakan yang pertama terjadi di NTB," katanya kepada ANTARA, Jumat (16/10).

Amaq Bakri, kata Muslim, harus membuat pernyataan tertulis, sekaligus bertobat atas ajarannya. Jika hal itu dibiarkan, tambahnya, tidak menutup kemungkinan masyarakat bisa berbuat anarkis.

"Jika Amaq Bakri tetap saja mengaku sebagai nabi, maka dia sudah mejadi kafir," tegas Muslim. "Sebab, nabi terakhir yang diturunkan Allah SWT adalah Nabi Muhammad SAW."

Rabu lalu, Camat Sambelia telah memanggil Amaq Bakri untuk disidangkan di depan anggota Muspika. Dalam pertemuan itu, Amaq Bakri tidak hanya mengaku sebagai nabi, tapi juga mengatakan bahwa Alquran yang dijadikan pegangan umat Islam bukan berasal dari firman Allah SWT.

"Alquran adalah hasil buatan atau karya alim ulama. Sebab Alquran yang sesungguhnya berada dalam diri manusia yang tidak bisa dimiliki olehsembarang orang," dalih Amaq Bakri.

Ia menambahkan, untuk mendapatkan Alquran yang asli harus melalui ritual yang hanya dilakukan pada setiap tanggal 12 Rabiulawal atau bulan Maulid pada malam Jumat.(SHA)
    Loading