Sukses

Harapan Ahok untuk Kapolda Metro Pengganti Tito

Liputan6.com, Jakarta - Tito Karnavian dilantik sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) oleh Presiden Joko Widodo. Dengan posisi baru ini, Tito meninggalkan jabatan Kapolda Metro Jaya yang kini diisi Irjen Moechgiyarto.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengaku sudah mengenal Moechgiyarto. Sederet harapan dimiliki Ahok kepada pimpinan kepolisian ibu kota yang baru.

Ahok mengatakan, selama ini Pemprov DKI Jakarta memiliki masalah terkait inventarisir aset. Pemprov sering sekali kalah dalam gugatan berkaitan dengan kepemilikan aset terutama tanah.

Dengan adanya pimpinan baru ini, Ahok berharap ada kerja sama yang baik untuk melindungi aset Jakarta. Terutama membebaskan Jakarta dari mafia tanah.

"Dia orangnya baik, ngerti hukum. Dia sudah lama kariernya di bidang hukum. Saya kira dia cocok, Jakarta kan banyak sekali, aset-aset kita diambil orang, kalah melulu. Harapan saya tentu bisa kerja sama dengan baik dengan kapolda baru, khususnya hukum, jangan sampai ada mafia-mafia tanah. Istilahnya ya komplotan tanah, ada calo," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Rabu (16/3/2016).

Hubungan Ahok dan Tito dalam mengurusi ibu kota selama ini kompak. Kerja sama Polda Metro Jaya dan Pemprov DKI Jakarta berjalan lancar di segala bidang. Yang paling baru, saat penertiban kawasan Kalijodo. Hampir tidak ada gesekan sebelum dan saat eksekusi.

Namun, Ahok yakin, polisi saat ini sudah profesional. Siapapun yang akan memimpin kepolisian ibu kota, kerja sama tetap akan berjalan dengan baik.

"Polisi kita sangat profesional. Pengalaman saya sudah beberapa kali ganti kapolda, kita bisa kerja sama dengan baik," pungkas Ahok.