Sukses

Wisata Edukasi di Wanawisata Curug Cilember

Liputan6.com, Jakarta: Bagi Anda yang ingin menghabiskan liburan dengan berwisata alam, Wanawisata Curug Cilember di Desa Jogjogan, Kecamatan Cisarua, Puncak, Bogor, Jawa Barat, bisa jadi pilihan. Di objek wisata ini, selain bisa menikmati keindahan alam, pengunjung terutama pelajar dan mahasiswa juga dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. Pasalnya, di Wanawisata Curug Cilember terdapat taman konservasi kupu-kupu. Tempat yang didirikan pada awal 2000 ini menjadi sarana untuk menambah wawasan tentang pengembangbiakkan kupu-kupu.

Menurut Edi Saputra, pengelola konservasi kupu-kupu, luas taman penangkaran kupu-kupu sekitar 500 meter persegi. Kupu-kupu yang ditangkar di taman ini sebanyak 12 spesies. "Jenisnya memang banyak tapi yang dapat kita kembangkan hanya masih 12 jenis," ujar Edi.

Semua kupu-kupu yang ditangkar di taman ini merupakan jenis lokal, termasuk yang dilindungi. Di antaranya papilio memnon, papilio helena, papilio polytes, troides helena hingga jenis kupu-kupu yang memiliki diameter cukup besar seperti attacus atlas.

Siklus hidup kupu-kupu dijalani dalam empat fase, yaitu telur, larva atau ulat, pupa atau kepompong, dan imago atau kupu-kupu dewasa. Namun bisanya umur kupu-kupu dewasa hanya bertahan satu bulan.

Edi menjelaskan, kupu-kupu mempunyai kemampuan bertelur lima hingga 10 butir selama satu pekan yang kualitasnya semakin lama makin menurun. Selama proses bertelur, kupu-kupu membutuhkan banyak makanan. Hewan ini biasa bertelur mulai pukul 10 pagi. Mereka menempatkan telur-telurnya dibawah daun atau pucuk-pucuk daun muda.

Selama proses penangkaran, telur dipindahkan ke dalam cawan petri yang diberi alas tisu. Pengambilan telur biasanya dilakukan pada sore hari. "Tingkat keberhasilannya lebih banyak ditangkar dari pada di alam. Kalau di alam dia lebih banyak predatornya, seperti burung, tikus, atau kadal," kata Edi.
      
Telur akan menetas dalam lima hingga 7 hari. Setelah menjadi larva kemudian dipindahkan ke dalam toples dan diberi makanan sesuai pakannya. Larva yang sudah berumur tujuh hari dipindahkan ke dalam kotak kayu dengan ukuran sedang. Setelah berumur dua pekan dipindahkan lagi ke dalam kotak yang lebih besar. Masing-masing kotak dapat diisi 10 hingga 15 ekor larva. Selama proses pemberian pakan, kebersihan kotak harus tetap terjaga. Pemberian pakan kupu-kupu dilakukan setiap hari dengan daun muda dan segar.

Pada bagian lain Edi mengatakan, proses perubahan ulat jadi kepompong biasanya dipengaruhi kondisi cuaca. Normalnya berada di suhu antara 24-25 derajat celcius. "Biasanya kalau kondisinya agak panas kita basahkan dengan air," kata Edi. Kepompong yang telah menetas dalam waktu 3-4 jam siap terbang mencari makanan dan pasangan untuk kembali menghasilkan turunan.
 
Wisata kupu-kupu memberi pengetahuan tentang pentingnya peranan satwa ini dalam mempertahankan keseimbangan alam dengan bertindak sebagai penyerbuk pada proses pembuahan bunga. Manfaat apa lagi yang bisa diperoleh dengan wisata kupu-kupu? Simak saja selengkapnya dalam video berita ini.(IAN) 

Taman Kupu-kupu Wanawisata Curug Cilember
Desa Jogjogan, Kecamatan Cisarua, Puncak
Bogor, Jawa Barat
Telepon               :   (0251) 258890
Contact Person :    Isal Putrajaya: 0813 251 24 100
                                  Hendrik: 0856 2474 7077
 
 

    Saksikan Live Streaming Debat Pilpres 2019!

    Tutup Video