Sukses

Top 3: Mengenal Lebih Dekat 'Polisi Ganteng' Saat Teror Jakarta

Liputan6.com, Jakarta - Di balik teror Jakarta di Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat, masyarakat tertarik membahas seorang polisi muda beraksi layaknya jagoan di film-film aksi. Ketampanan serta penampilannya yang dinilai fashionable membuat kaum hawa bercuit di media sosial. Kabar tentang sosok polisi tampan ini menjadi berita yang paling banyak dibaca sepanjang Sabtu kemarin.

Disusul oleh berita tentang fakta adanya teroris yang beraksi di Jalan MH Thamrin sempat memeluk warga untuk meledakkan bom bunuh diri yang terpasang di tubuhnya. Demikian pula dengan kondisi salah seorang korban teror Jakarta bernama Anggun yang masih syok di rumah sakit.

Top 3 News Selengkapnya:

1. Mengenal Lebih Dekat 'Polisi Ganteng' Saat Teror Jakarta

Ivan Gunawan komentari Polisi ganteng bom Sarinah

Di balik teror Jakarta di Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat, masyarakat tertarik membahas seorang polisi muda beraksi layaknya jagoan di film-film aksi. Adalah Komisaris Polisi Teuku Arsya Khadafi, Kepala Unit IV Subdit Reserse Mobil (Resmob) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. Ketampanan serta penampilannya yang dinilai fashionable membuat kaum hawa bercuit di media sosial.

"Polisi Indonesia fashionable. They kick the terrorist's ass with their Adidas Camo and Gucci sneakers! (And coach bag too?). Damn. America have fashion police. Indonesia police are most fashionable in the entire universe. Right?" cuit seorang netizen bernama Vera di akun path-nya, Jakarta, Kamis (14/1/2016).

Di media sosial lain seperti twitter dan instagram, foto Arsya sedang beraksi menyerang balik teroris juga disandingkan dengan tagar #KamiNaksir #polisiganteng. Saat itu pose Arsya sedang memegang senjata laras pendek dan menodongkan ke arah depan dalam situasi hendak menyergap teroris.

Selengkapnya...

2. Polisi: Teroris Thamrin Sempat Peluk Warga Sebelum Ledakkan Diri

Seng-seng yang menutupi bagian depan gerai Starbucks, Jalan MH Thamrin, Jakarta, mulai dibongkar petugas, Jumat (15/1). Pasca-ledakan, pihak pengelola Menara Cakrawala memagari dengan seng, di sekeliling gedung. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Selain menenteng senjata api, pelaku teror di kawasan perempatan Jalan MH Thamrin-Jalan Wahid Hasyim, Kamis 14 Januari 2016, juga membawa bahan peledak. Salah satu kejadian ledakan bom terjadi di dalam kedai kopi dan halaman parkir di depan sebuah kedai kopi.

"Satu bom bunuh diri di kedai kopi. Setelah dicek lokasi, kami dapati satu mayat yang sangat kami duga pelaku bom bunuh diri. Apa buktinya? Ada saksi jadi korban dan sudah kami wawancarai," ucap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Mohammad Iqbal di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (15/1/2016).

Rupanya, sebelum meledakkan diri, pelaku yang membawa bom itu‎ sempat memeluk warga sipil yang menjadi saksi sekaligus korban tersebut. Ditengarai, pelaku memeluk warga sipil itu untuk meledakkan diri bersama.

Selengkapnya...

3. Kondisi Anggun Korban Teror Jakarta Membaik, Tapi Masih Syok

Seorang Gojek driver tampak menyelamatkan seorang perempuan dengan kaki terluka dari lokasi kejadian Sarinah

Kondisi Anggun Artikasari (24), salah satu korban teror Jakarta yang dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat, mulai membaik. Bahkan ia sudah mulai menunjukkan keceriaan meski masih terdapat sisa-sisa trauma pasca-ledakan di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

"Awalnya masih syok ketika dijenguk siang tadi. Tapi pas sore kondisinya sudah mendingan dan sudah bisa tertawa," ujar salah satu teman Anggun, Ulfa Sagita (24) di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Jumat (15/1/2016).

Kendati begitu, kecemasan akan keberadaan sepupunya bernama Rico (24) masih terlihat di wajah Anggun. Dia selalu menanyakan kondisi Rico yang saat ledakan terjadi sedang bersama dirinya.

Selengkapnya...