Sukses

Kreasi Akar Wangi Andalan Garut

Liputan6.com, Garut: Pada 1920, budidaya akar wangi hanya dikenal untuk menghasilkan minyak atsiri, sebagai bahan dasar wewangian atau kosmetik. Penghasil akar wangi di dunia pun hanya ada tiga, yakni Haiti dan Bourbon di Pasifik, serta di Garut, Indonesia. Kondisi inilah yang kemudian dimanfaatkan Joanna dari Zocha Graha Kriya, di Garut, Jawa Barat untuk membuat berbagai kerajinan berbahan dasar akar wangi.

Akar wangi diambil dari pohon akar wangi. Akar yang baik untuk dijadikan kerajinan berusia 12 bulan, sebab panjangnya sudah mencapai 40 centimeter sehingga memadai untuk ditenun. Setelah itu akar-akar tadi ditenun. Ukuran akar yang tidak sama besar justru menjadi kelebihan karena menjadikan tenunan bertekstur unik.

Produk-produk akar wangi yang dihasilkan antara lain taplak meja, tas, lampion, tudung saji, tutup kulkas, boneka, sarung bantal, hingga sekat ruangan. Menurut Joanna, seluruh produk yang dihasilkan dibedakan menjadi tiga jenis yaitu fashionable, fungsional, dan dekoratif.

Usaha Joanna bermula pada 1998, saat ia mengunjungi sebuah pameran di Jakarta. Di sana ia melihat produk taplak meja yang menggunakan akar wangi. Namun akar wangi yang digunakan pada taplak meja tersebut hanya sedikit, karena masih didominasi benang. Joanna kemudian mendapat ide untuk membuat produk seluruhnya menggunakan akar wangi.

Usaha yang dirintisnya satu tahun kemudian lalu mendapat respon baik dari masyarakat. Kerajinan akar wangi pun dianggap menjadi kerajinan khas Garut. Kini kreasi akar wangi Joanna sudah dikirim ke Sulawesi, Sumatra, Malaysia, dan bahkan ke Timur Tengah.(TES/LUC)

Joanna (Zocha Graha Kriya)
Telepon: 0812 2300 494
Alamat: Jl. Pakuwon 10, Garut, Jawa Barat
    Loading