Sukses

Ibu Pembantu Tukang Sate Menangis Mohon Jokowi Maafkan Anaknya

Liputan6.com, Jakarta - Hanya menangis yang bisa dilakukan Mursida, ibu Muhammad Arsyad yang telah ditahan polisi atas tindakannya mem-bully atau mengolok-olok Presiden Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi itu di media sosial.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Siang SCTV, Rabu (29/10/2014), Arsyad diamankan karena dituduh menghina Presiden Jokowi dengan mengunggah gambar tak senonoh di media sosial Facebook. Bagi Mursida yang tinggal di Jalan Haji Jum, Kelurahan Kampung Rambutan, Jakarta Timur, beban hidup makin bertambah.

Hal itu dikarenakan Muhammad Arsyad adalah tulang punggung keluarga. Dalam keseharian, Arsyad yang bekerja membantu berdagang sate di Pasar Induk Kramat Jati menanggung biaya sekolah adik-adiknya.

Hanya 1 harapan Mursida, yaitu agar anaknya mendapat maaf dari Presiden Jokowi dan dibebaskan dari tahanan. Mursida juga berencana menemui Presiden Jokowi di Istana untuk menyampaikan permohonan maaf langsung atas ulah anaknya itu.

"Saya minta pertolongan, mohon banget anak saya dipulangin Pak, dia penopang hidup saya. Tolong. Saya kalo dia nggak ada mendingan saya mati aja Pak, saya nggak tahu, saya nggak sanggup. Saya pengen mohon-semohonnya, mohon dimaafkan anak saya sebesar-besarnya Pak. Mohon dimaafkan Bapak Presiden, anak saya ya Allah, dia penopang hidup saya," ucap sang Ibu, Mursida sambil terus menangis.

Muhammad Arsyad ditangkap polisi saat di rumah sejak Kamis 23 Oktober lalu. Arsyad ditangkap dengan tuduhan melakukan tindak pidana pencemaran nama baik Presiden Jokowi.

Baca Juga:

Diduga Hina Jokowi di FB, Pembantu Tukang Sate Dipenjara Polisi

Jokowi Diminta Maafkan Pembantu Tukang Sate yang Menghina di FB

Jokowi Terbang ke Sinabung

(Sss)

Loading