Sukses

The Jupiters, Kepak Burung Besi Nusantara

Liputan6.com, Jakarta - Langit Yogyakarta jadi saksi atraksi pemberani para penunggang burung besi, The Jupiters adalah satu satunya tim aerobatik milik TNI Angkatan Udara yang tersisa.

Sebelumnya TNI AU memiliki 6 tim aerobatik, Pionir, F-86 Sabre, Spirit 85, Elang Biru, Jupiter Blue dan Tim Thunder. Namun kini semua tinggal legenda, 6 Pesawat bermanuver membelah cakrawala.

Keindahan menjadi tujuan, berbagai atraksi berbahaya dan menantang ditampilkan tim aerobatik The Jupiters. Berputar, terbang terbalik, hingga menjatuhkan diri di atas ketinggian 4.000 kaki. Semua itu bukan tanpa risiko.

Inilah para terpilih, elang-elang Dirgantara yang lahir dari rahim Wingdik Terbang Pangkalan Udara Adi Sutjipto, Yogyakarta. Mereka lolos beragam seleksi prajurit TNI Angkatan Udara dari seluruh Indonesia.

The Jupiters beranggotakan para instruktur penerbang Landasan Udara Adi Sutjipto. 17 Tahun silam tim aerobatik TNI Angkatan Udara terbentuk. Awalnya hanya menggunakan 8 pesawat BAE Hawk MK 53 buatan Inggris.

Krisis ekonomi sempat membuat tim aerobatik mati suri. Baru di tahun 2001, tim aerobatik Jupiter Blue terbentuk bermetaformosis dengan formasi berbeda menggunakan pesawat MK 53 HS Hawk F-16 Fighting Falcon dan Hawk MK 109. Baru 6 tahun silam terbentuk The Jupiters. Menggunakan 6 pesawat turbo Propeller KT I-B Woong Bee buatan Korea Selatan.

Sebagai markas tim aerobatik The Jupiters, Pangkalan Udara Adi Sutjipto mempunyai peran penting bagi TNI Angkatan Udara. Di sinilah calon-calon penerbang, instruktur penerbang hingga ahli navigator dilahirkan.

Sejarah mencatat, Lanud Adi Sutjipto memegang peran sentral sejak berdiri 74 tahun lalu dengan sebutan Pangkalan Udara Maguwo. Pernah menjadi detasemen penerbangan Belanda pada tahun 1942, Lanud Adi Sutjipto juga pernah menjadi salah satu pusat kekuatan udara saat Jepang menjajah Indonesia.

Tim aerobatik The Jupiters beranggotakan instruktur calon penerbang TNI Angkatan Udara. Moral yang baik, fisik prima, serta kecerdasan di atas rata-rata menjadi keharusan.

Tiap tahun hanya 30 hingga 40 orang lulusan Akademi Angkatan Udara yang lolos untuk mengikuti sekolah penerbang, sebelum mendapat brevet penerbang kelas 2. Merekalah yang akan menjadi tulang punggung Skuadron TNI di seluruh Nusantara. Seluruh pesawat harus melewati pemeriksaan rutin yang ketat. Usia pesawat diyakini bukan ukuran namun perawatan prima jadi alasan.

Saat ini Lanud Adi Sutjipto masih mengandalkan 4 jenis pesawat untuk melatih calon penerbang. Di antaranya AS 202 Bravo, T-34 Charlie, KT 1-B Woong Bee dan yang terakhir datang Grob B 120 TPA.

Saksikan selengkapnya pada tautan video yang ditayangkan Potret SCTV, Minggu (5/10/2014), berikut ini:

Baca juga:

Satwa 'Kunci' Hutan Tropis

Satwa Petarung Tanah Pasundan Sang 'Garuda' yang Terancam Punah

Gunung Padang di Tengah Perdebatan

(Ans)

Loading