Sukses

Ustad Aliran Sesat Disidang Warga dan Kiai

Liputan6.com, Serang: Sekitar seribuan warga dan puluhan kiai kharismatik dari sejumlah wilayah di Banten menyidangkan ustad yang diduga menyebarkan ajaran sesat. Sidang guna memutuskan sesat atau tidaknya ajaran Nursyaidin, pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda digelar di Masjid Jami Baitul Iffah, Serang, Banten, Senin (10/12).

Persidangan diisi dengan kesaksian dua orang yang merupakan mantan santri ustad Nursyaidin dan sanggahan dari sang ustad. Saksi bernama Ajat mengatakan, ajaran yang diperolehnya ganjil. Sebab dalam ajaran itu terdapat ritual untuk melihat Allah dalam bentuk cahaya. Selain itu, ada juga aktivitas ritual miraj ke langit ketujuh hanya dengan duduk bersila sambil menutup mata.

Kesaksian kedua mantan santri dibantah Nursayidin. Dirinya menyangkal mengajarkan atau memandu para santrinya dalam aktivitas ritual seperti yang dituduhkan. Aktivitas ritual seperti itu biasanya dilakukan di pondok gurunya yang disebut guru Mursyid di Ponpes Miskatul Anwar yang ada di Jakarta.

Sidang sempat memanas saat Nursyaidin mencemooh kesaksian dua orang mantan santrinya. Namun hingga musyarawah usai, para kiai belum dapat memutuskan sesat atau tidaknya ajaran Nursyaidin dan gurunya. Selanjutnya permasalahan ini diselesaikan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Serang dan Banten.

Tak adanya hasil penetapan para ulama langsung disambut cemoohan warga. Mereka mengaku sudah jengkel dengan keberadaan Ponpes Miftahul Huda dan pimpinannya Nursayidin. Sementara itu untuk mengantisipasi tindakan anarkis, polisi terus mengawal Nursayidin dan kini berjaga di sekitar lokasi pesantren.(JUM/Agus Faisal Karim)

    Loading