Sukses

Kecap Korma, Ada Amal di Balik Kelezatannya

Liputan6.com, Jakarta: Salah satu sate yang banyak dikenal hampir seluruh masyarakat Nusantara adalah sate khas Madura. Tak banyak rahasia yang membuat sate Madura tidak aneh bagi lidah orang Indonesia. Salah satunya adalah kecap. Namun yang pasti bukan sembarang kecap. Mereka menggunakan Kecap Korma.

Pabrik Kecap Korma awalnya berada di Solo, Jawa Tengah. Berangkat dari sebuah usaha skala rumahan pada tahun 1948 kemudian hijrah ke Jakarta pada tahun 1974. Usaha yang sudah turun temurun empat generasi ini dapat bersaing dengan produsen kecap lainnya baik yang kecil maupun produsen besar nasional.

Ada keistimewaan dari Kecap Korma hingga melekat di hati pedagang sate. Kecap Korma punya karakter cocok dengan Sate Madura. Sebab pemilik Kecap Korma intens berkomunikasi dengan pelanggan mengenai cita rasa. Hasilnya, Kecap Korma bisa mengembangkan varian rasa produknya sesuai kebutuhan para konsumen.

Hal lain yang membuat Kecap Korma makin maju adalah orientasi kepedulian. "Ada amal dibalik kelezatannya". Motto kecap ini menunjukkan ajakan bagi pembeli produk untuk menolong sesama. Dengan membeli Kecap Korma berinfak 2,5 persen. Penerapan prinsip Islami tak membuat Kecap Korma sulit berkembang.

Tambahan infaq untuk kaum dhuafa sebesar 2,5 persen tak membuat konsumen keberatan. Bagi para pelanggan selama produk yang dibeli memiliki rasa yang enak. "Rasa kecapnya pas. Ada varian rasa khusus wangi sate dan untuk dibakar. Ketiga, bisa sekaligus berinfak," ujar seorang pedagang sate Madura.

Kecap Korma sudah melebarkan sayap ke berbagai daerah. Saat ini Kecap Korma bekerja sama dengan lima pasar swalayan besar di Indonesia. Pasalnya mal menginginkan karakter kecap tertentu. Dan Kecap Korma bisa melayani kebutuhan itu hingga produk ini berkembang sebagai in house brand.(OMI/Julianus Kriswantoro)

Taufiq Aljufri
Telepon : 0817.947.1570
Jl. M.Saidi, Petukangan Selatan
Jakarta Selatan