Sukses

Jamur Kuping Merah, Manja Tapi Banyak Manfaat

Liputan6.com, Semarang: Kreatif mencari terobosan bisnis, terutama dalam situasi perekonomian saat ini. Itulah yang dilakoni Astri Dewi bersama rekannya Desianto Fajar Wibisono. Warga Jalan Srinindito, Semarang, Jawa Tengah, itu bekerja sama mengembangkan dan membudidayakan jamur kuping merah.

Awalnya, mereka memanfaatkan area kebun sayur seluas 400 meter persegi dan modal sebesar Rp 1,3 juta. Kini, hasil jerih payah budidaya bisnis jamur kuping merah itu sudah dapat dipetik. Biasanya, jamur kuping merah yang sudah dikeringkan dikirim seharga Rp 4.000 per bungkus.

Jamur kuping merah dahulu dikenal sebagai tumbuhan liar. Namun seiring perkembangan zaman, jamur yang bentuknya mirip kuping manusia itu sekarang banyak dibudidayakan. Konon, jamur ini baik untuk pengobatan berbagai macam penyakit. Dan yang pasti menambah rasa sebagai campuran makanan.

Meski banyak manfaatnya, tak mudah mengembangkan bisnis yang satu ini. Mengapa? Jamur kuping merah terkenal manja dan sangat sensitif. Suhu di dalam rumah jamur harus mencapai kisaran 24-36 derajat Celsius. Bila tidak, jamur ini bisa mati atau tumbuh tak sempurna. Tak hanya itu, tidak semua orang bisa memanennya. Pekerjaan ini harus dikerjakan ekstra hati-hati.

Jika hal di atas dapat diatasi, jamur kuping merah bisa menghasilkan pendapatan yang lumayan. Tapi, yang menjadi kendala adalah belum banyak masyarakat yang mengonsumsi jamur yang tumbuh liar di alam bebas ini. Padahal, berdasarkan ilmu pengobatan tradisional Cina, jamur kuping merah diyakini mengandung banyak khasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit.(YNI/Teguh Hadi Prayitno dan Kukuh Ary Wibowo)

    Video detik-detik ledakan di Parkir Timur Senayan

    Tutup Video