Sukses

Penggemar Burung Sukses Beternak Walet

Liputan6.com, Mojokerto: Agung Santoso, penggemar burung di Mojokerto, Jawa Timur, berhasil menernakkan walet hingga menghasilkan uang ratusan juta rupiah. Agung memulai menekuni hobinya memelihara burung berkicau. Hingga akhirnya warga Desa Sampang Agung itu mencoba memelihara dan mengembangbiakkannya di rumah.

Upaya Agung beternak walet banyak menemui rintangan. Ia sempat bingung ketika harus memberi makan hewan pemakan serangga tersebut. Agus sudah pernah memberi makan jangkrik, semut, dan kroto tapi gagal hingga walet miliknya mati. Selang 17 tahun berlalu, Agung berhasil menemukan jenis binatang yang cocok buat peliharaannya, yakni mrutu, sejenis serangga sebangsa diptera.

Sejak itulah burung walet yang awalnya burung liar dan takut terhadap manusia kini dapat diternak dan dikembangbiakkan. Binatang yang sarangnya bermanfaat bagi dunia kesehatan itu bahkan akan menjadi jinak kepada majikannya. Burung yang gemar berdiam di gua-gua atau di rumah itu bisa diberi makan setiap saat seperti halnya beternak ayam. Tapi proses itu tidaklah mudah karena membutuhkan ketelatenan yang tinggi.

Demikian pula dalam hal perawatan telur walet. Agung harus telaten menetaskan telur pilihan dengan alat penetas selama tiga hingga empat hari. Setelah menetas anak burung berumur satu hingga tiga hari dipindahkan ke oven dengan suhu 32 derajat Celsius. Suhu di alat dapat berubah-ubah sesuai dengan umur anak burung. Setelah itu anak-anak burung harus disuapi satu per satu hingga berumur satu hingga dua bulan dan tumbuh bulu.

Dibanding walet tradisional, walet ternakan lebih mudah dijaga dan tidak khawatir lepas. Kualitas sarang yang dihasilkan sama dengan budidaya walet tradisional.(AIS/Bambang Ronggo)