Sukses

Jimly Mengusulkan Kasus Soeharto Tutup Buku

Liputan6.com, Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie menyatakan, masyarakat Indonesia sebaiknya tidak melanjutkan proses hukum terhadap mantan Presiden Soeharto yang didakwa melakukan korupsi bersama yayasannya. Alasannya, selain usianya sudah lanjut, jasa-jasa Pak Harto terhadap negara juga tidak bisa diabaikan begitu saja. "Sebaiknya harus ada ketegasan, apakah kasusnya harus tutup buku. Kita juga harus menghormati dan menempatkannya dalam sejarah," kata Jimly, Senin (8/5).

Pernyataan ini disampaikan Kalla dan Jimly usai menjenguk Pak Harto di Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta. Selain keduanya, sejumlah pejabat, tokoh dan kerabat juga tampak datang ke rumah sakit di antaranya mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup Emil Salim dan Sudwikatmono. Para tamu yang menjenguk menyebutkan, kondisi mantan orang nomor satu di Indonesia itu berangsur membaik [baca :  Soeharto Membaik].(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)

    Loading