Sukses

Memberdayakan Akomodasi Kecil di Indonesia Lewat Teknologi

Liputan6.com, Jakarta - Teknologi telah memudahkan pekerjaan di banyak sektor, tidak terkecuali penginapan. Pemanfaatannya tidak hanya untuk hotel-hotel besar, namun juga akomodasi kecil. Mengelaborasi itu, Little Hotelier hadir untuk secara khusus menargetkan penginapan kecil di Indonesia sejak 10 tahun lalu.

Regional Sales Manager Little Hotelier di Indonesia, Tander Lowongan, menjelaskan bahwa pihaknya merupakan penyedia sistem dan konsultasi bagi pengusaha penginapan berskala kecil dan menengah di Indonesia. Dalam jumpa pers di bilangan Jakarta Selatan, Selasa, 14 Maret 2023, ia berkata, "Kami membuat pekerjaan para pemilik akomodasi kecil jadi lebih mudah."

"Dengan satu log in, kami memudahkan sistem manajemen akomodasi," imbuhnya. Layanan-layanannya antara lain channel manager dan Little Hotelier front desk dalam sistem pengelolaan properti yang terdiri dari check-incheck-outreceipt, dan mengumpulkan informasi tamu.

"Kami juga membantu menyambungkan para pemilik akomodasi kecil dengan online travel agent," ia menyebut. "Jadi, misalnya mereka mau mengganti harga dalam list di sejumlah OTA tersebut, itu tidak perlu dilakukan satu-satu. Melalui sistem kami, mereka hanya tinggal sekali isi, lalu bisa diubah di semua channel."

Harga subscription-nya, yang terdiri dari dua paket, Tander menyebut, ditentukan tergantung jumlah kamar akomodasi tersebut. "Kemudian, kami selalu tanyakan berapa nilai rata-rata mereka, harga (sewa kamarnya) berapa. Jadi, akan kami sarankan sesuai pemasukan," katanya.

Lebih lanjut ia menyebut pentingnya penyedia penginapan kecil Indonesia untuk lebih terlibat dan memahami secara menyeluruh tren industri terbaru. "Dalam lingkungan perjalanan yang dinamis seperti ini, pengetahuan jadi kekuatan," sebutnya.

2 dari 4 halaman

Pentingnya Melek Tren Akomodasi Terkini

Tander menyambung, "Penyedia akomodasi yang memiliki pemahaman mendalam tentang bagaimana berkembangnya perilaku pemesanan wisatawan akan dapat menyesuaikan bisnis mereka dan tetap selangkah lebih maju dari pesaing mereka tahun ini."

"Membuat keputusan penetapan harga dan pemasaran yang cerdas berdasarkan data, bukan berdasarkan firasat semata, adalah kunci keberhasilan bagi bisnis akomodasi Indonesia yang cerdas," menurutnya.

Ia melanjutkan, "Membangun kesadaran tentang bagaimana dan di mana wisatawan menempatkan pemesanan mereka secara online saat bepergian secara lokal merupakan awal yang tepat bagi pemilik akomodasi untuk mengenal perilaku wisatawan."

Karena itu, pihaknya membagikan analisis baru berdasarkan 100 juta pemesanan yang diproses pada 2022 oleh SiteMinder. Itu merupakan platform perdagangan hotel di dunia yang mendukung Little Hotelier secara global.

Temuan ini salah satunya mencakup 12 besar kanal distribusi yang menghasilkan pendapatan dari pemesanan tertinggi bagi bisnis akomodasi Indonesia pada 2022. Temuannya juga mencatat perubahan asal wisatawan yang sekarang memesan penginapan di Indonesia.

3 dari 4 halaman

12 Kanal Pemesanan Hotel Teratas

Juga, datanya menunjukkan pendekatan holistik yang sekarang dilakukan banyak bisnis perhotelan untuk menjual kamar mereka secara daring ketika industri pariwisata kembali pulih. Hingga 2027, pasar real estat perhotelan Indonesia diperkirakan akan mencatat tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) lebih dari 7,3 persen. 

"Pertama kali sejak Januari 2020, lebih dari setengah pemesanan di penginapan Indonesia hingga Februari ini (2023) datang dari wisatawan internasional," kata Tander. Lebih lanjut ia menyebut 12 kanal pemesanan hotel teratas pada 2022, berdasarkan total pendapatan kotor:

  1. Booking.com
  2. Agoda
  3. Expedia Group
  4. Traveloka
  5. Situs web hotel (pemesanan langsung)
  6. Tiket.com
  7. Hotelbeds
  8. Luxury Escapes
  9. Trip.com
  10. MG bedbank
  11. Airbnb
  12. Pegipegi

"Walau saluran lokal menurun di daftar kami pada 2022 seiring meningkatnya perjalanan internasional, mereka tetap penting bagi hotel di Indonesia," sebut Tander. "Properti lokal yang berinvestasi pada strategi distribusi holistik akan tetap sukses di tahun berikutnya."

Ia melanjutkan bahwa rata-rata harga harian (ADR) meningkat tajam, dengan ADR tahun 2022 sudah berada di angka Rp1.404.012. Karenanya, "pengusaha hotel di Indonesia perlu menetapkan harga secara tepat seiring meningkatkan tarif kamar," kata Tander.

4 dari 4 halaman

Tingkat Pembatalan Rendah, tapi ...

Lebih lanjut Tander mengatakan, rata-rata selang waktu pemesanan dan check-in semakin panjang. Tahun lalu, rata-rata pemesanan dilakukan pada 16,88 hari, meningkat dari 10,54 hari pada 2021.

Merujuk data tersebut, ia menyebut, ada kesempatan untuk membangun antusiasme dan menghasilkan pendapatan lebih banyak selama selang waktu pemesanan dan check-in tamu.

Data itu juga menunjukkan tingkat pembatalan tetap di bawah 10 persen, dan Indonesia merupakan yang terendah dari seluruh pasar yang dianalisis. Lalu, jumlah rata-rata waktu yang dihabiskan wisatawan di properti Indonesia adalah 2,20 hari pada 2022, di atas rata-rata global sebesar 1,93 hari.

Dalam catatannya, Tander mengatakan, akomodasi kecil di Indonesia secara khusus harus memperhatikan konten media sosial. "Usahakan foto yang digunakan dalam kampanye itu dalam resolusi yang baik, supaya berdampak baik," ia menyebut.

Ia mencontohkan bahwa di Bali banyak properti kecil yang okupansinya tinggi setelah promosi di Instagram maupun Facebook. "Melek teknologi memang penting," tegasnya.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.