Sukses

Vlogger China Dilarang Masuk Restoran All You Can Eat karena Makan Terlalu Banyak

Liputan6.com, Jakarta - Urusan makan memang bisa jadi masalah. Cerita seorang vlogger China ini jadi salah satu contohnya. Ia mengaku masuk daftar hitam sebuah restoran all you can eat.

Lelaki bermarga Kang itu mengungkap ia dilarang masuk ke restoran tersebut karena terlalu banyak makan. Dilansir dari BBC, Selasa (23/11/2021), ia mengatakan pada Hunan TV bahwa ia dilarang makan di Handadi Seafood BBQ Buffet di kota Changsha usai pesta makan.

Kang makan 1,5 kg trotter babi selama kunjungan pertamanya. Pada kunjungan lain, ia makan 3,5 kg hingga empat kg udang.

Ia mengatakan restoran itu "diskriminatif" terhadap orang-orang yang bisa makan banyak. "Saya bisa makan banyak, apakah itu salah?" katanya, menambahkan bahwa ia tidak menyia-nyiakan makanannya.

Tetapi, pemilik restoran mengatakan pihaknya jadi mengeluarkan banyak uang. "Setiap kali dia datang ke sini, saya kehilangan beberapa ratus yuan," katanya.

"Bahkan ketika minum susu kedelai, dia bisa minum 20 atau 30 botol. Ketika makan kaki babi, dia menghabiskan seluruh nampannya," sambungnya.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Larang Siaran Langsung

Tak hanya itu, untuk makan udang, orang biasanya menggunakan penjepit untuk mengambilnya. Namun, Kang dikatakan menggunakan nampan untuk mengambil semuanya.

Insiden ini kemudian jadi tren di media sosial Tiongkok. Kesaksiannya telah ditonton lebih dari 250 juta kali di Weibo, dengan beragam pendapat.

Beberapa mengatakan bahwa restoran tidak boleh jadi restoran all you can eat jika mereka tidak mampu menutupi biaya makan pelanggan. Sementara yang lain merasa kasihan pada pemilik restoran.

3 dari 4 halaman

Sampah Makanan

Di samping, pihak restoran juga diketahui melarang live streaming mukbang. Ini sejalan dengan aturan pemerintah China tahun lalu.

Kala itu, Presiden Tiongkok Xi Jinping meminta orang-orang untuk "berjuang melawan limbah makanan." Hal itu terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran atas kekurangan makanan.

Seperti dilansir dari Antara, restoran dan penyedia katering di China terancam denda hingga 10 ribu yuan atau Rp21,7 juta jika merekomendasikan konsumen memesan makanan dalam kadar berlebih yang justru bisa menimbulkan limbah. 

4 dari 4 halaman

Infografis 7 Penyebab Sampah Makanan